pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Zulkifly Plt Kepala BKPSDM, Armin Paera Camat Wajo

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melakukan mutasi perdana. Ia melantik 46 pejabat eselon II dan III di Ruang Pola Sipakatau Balai Kota, Senin (16/6).

Dari mereka yang dilantik, 22 diantaranya adalah pejabat eselon II, 22 pejabat eselon III, dan dua pejabat eselon IV.
Pejabat yang dilantik hampir sama dengan nama-nama yang beredar selama beberapa hari terakhir sebelum pelantikan. Namun ada juga nama yang diluar prediksi.

Misalnya Kepala Dinas Pemadan Kebakaran Hasanuddin yang diprediksi berpindah ke Satpol PP, ternyata tetap menduduki jabatannya. Begitu juga yang mengisi jabatan sebagai pelaksana tugas, ada beberapa nama yang diluar perkiraan.
Salah satunya adalah penunjukan Sekretaris Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda sebagai Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Selain itu, Fatur Rahim yang tetap dipertahankan sebagai Plt Kasatpol PP.
Ada juga nama Zainal Ibrahim yang menjabat sebagai Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Wali Kota Makassar sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian juga tetap mempertahankan Kepala Dinas Kesehatan dr Nursaidah Sirajuddin sebagai Plt Direktur Utama RSUD Daya. Appi, sapaan akrabnya juga menunjuk Camat Wajo Armin Paera.

Munafri menerangkan bahwa pejabat yang dilantik merupakan nama-nama yang sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri. Ada sekitar 20 lebih nama yang juga diusulkan untuk dilantik, namun ternyata masih ada persyaratan administrasi yang harus dilengkapi.
“Yang disetujui yang kami lantik. Yang belum disetujui, ya kami akan melihat apa yang menjadi persoalan di tengah persetujuan itu. Mungkin ada berkas atau data yang belum atau ada persyaratan yang belum terpenuh, ya ini akan kami penuhi seperti itu,” terangnya saat menggelar jumpa pers usai pelantikan.

Selain yang tidak memenuhi persyaratan, ada juga nama-nama yang seharusnya dilantik, namun karena yang bersangkutan tidak berada di tempat sehingga pelantikannya ditunda.
Dia mengatakan, pengisian jabatan lingkup Pemkot Makassar masih bersifat dinamis. Masih ada pengisian jabatan lowong selanjutnya yang akan diisi. “Kemungkinan minggu depan, pengisian jabatan dan pelantikan kembali akan kami gelar,” tambahnya.
Politikus Partai Golkar itu menggarisbawahi, sengaja menunjuk Sekretaris Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda sebagai Plt Kepala BKPSDM karena ada misi khusus yang harus diemban. “Pak Sekda diberi tugas untuk menyelesaikan proses Laskar Pelangi yang tidak bisa terangkat menjadi PPPK melalui mekanisme pengadaan jasa layanan perorangan atau PJLP karena harus diteliti secara detail. Nah, itulah kenapa kita berikan kepada Pak Sekda untuk turun tangan. Kenapa? Karena ini menyangkut masalah orang-orang yang akan menduduki atau masuk ke dalam posisi PJLP itu,” ungkap Appi.

Selanjutnya, kata orang nomor satu Makassar ini, pihaknya akan menyiapkan proses untuk mekanisme lelang jabatan mengisi posisi-posisi yang lowong. “Tentu kita akan membuat timsel lagi untuk memproses,” tambahnya.
Appi berharap semua jabatan yang lowong segera diisi oleh pejabat defintif yang siap bekerja melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. “Persoalan kita ke depan yang sangat besar dan kita harus raih secara bersama-sama. Kalau kita tidak kerjakan secara kompak, kalau kita tidak kerjakan secara bersama, tentu harapan-harapan kita, tujuan kita susah dipenuhi,” imbuh mantan CEO PSM Makassar itu.
Dia menekankan, semua pejabat yang dilantik akan dievaluasi kinerjanya secara terus menerus. “Tidak mungkin kita cuma taruh disitu, harus ada targetnya,” tandasnya.

Pelantikan pejabat yang disaksikan ratusan pasang mata itu juga dihadiri unsur forkopimda minus perwakilan dari DPRD Kota Makassar.
Dikonfirmasi terpisah, anggota Komisi A dr. Udin Saputra Malik, menilai pelantikan yang dilakukan wali kota merupakan pendekatan taktis untuk menyegarkan tata kelola birokrasi serta menghidupkan kembali semangat kerja di lingkungan organisasi perangkat daerah.
Menurut Udin, keputusan Wali Kota menempatkan figur-figur baru di posisi strategis menunjukkan adanya itikad untuk menciptakan suasana kerja yang lebih segar dan produktif, terutama di unit-unit yang selama ini telah terbentuk budaya kerja tertentu, baik positif maupun negatif.
“Kalau saya lihat, memang Pak Wali dan jajarannya sudah memikirkan ke depan bagaimana orang baru di tempat yang baru bisa membawa pemikiran-pemikiran yang baru,” ujar dr Udin.

Ia menjelaskan, kebaruan dalam struktur birokrasi sangat penting untuk menata ulang pola kerja, termasuk menyaring dan mempertahankan budaya kerja yang positif serta menghilangkan praktik-praktik lama yang tidak efektif. Hal ini, kata dia, bisa menjadi titik awal reformasi birokrasi yang lebih menyeluruh di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri.

“Tujuannya supaya tata kelola bisa lebih fresh. Budaya bagus dipertahankan, yang kurang baik dihilangkan. Dan tentu saja, formasi ini harus jadi kendaraan untuk mencapai program-program prioritas Wali Kota,” tegas legislator dari Fraksi PDIP itu.
Terkait penunjukan sejumlah pejabat sebagai pelaksana tugas (plt), termasuk jabatan sekretaris dinas, Udin menilai langkah itu merupakan strategi yang bijak. Ia menyebut model Plt memberikan ruang uji adaptasi bagi para pejabat baru, sebelum mereka diberi penugasan definitif di posisi strategis.

“Kalau langsung definitif di tempat strategis, sementara proses adaptasi gagal, itu akan susah dimutasi lagi. Tapi dengan status plt, ini semacam tes air dulu. Kita bisa lihat bagaimana mereka beradaptasi dengan tupoksi dan dinamika di lapangan,” ungkapnya.
Udin menambahkan bahwa rotasi berbasis evaluasi kinerja dan kebutuhan organisasi adalah bagian penting dari sistem manajemen ASN yang sehat. Ia pun mendorong agar penempatan pejabat selanjutnya tetap mempertimbangkan kompetensi dan integritas.
“Yang terpenting, penempatan ini bukan sekadar mengisi kekosongan, tapi betul-betul untuk memperkuat pencapaian target pembangunan yang sudah dirancang dalam RPJMD,” pungkasnya. (rhm)

Mereka yang Dilantik

Eselon II

-Achi Soleman, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak-DP3A menjadi Kepala Dinas Pendidikan
-Fahyuddin, Kepala Dinas Penataan Ruang menjadi Kepala Dinas Kearsipan
-Achmad Hendra Hakamuddin, Kepala Pelaksana Badan Pengendalian Bencana Daerah menjadi Kepala Dinas Pariwisata
-Dahyal, Sekretaris DPRD menjadi Kepala Bappeda
-Helmy Budiman, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu-PTSP sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup
-Fathur Rahim, dari Asisten) menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
-Muhammad Roem, Kepala Dinas Pariwisata menjadi Kepala Dinas Kominfo
-Ita Isdiana Anwar, Kepala Dinas Sosial menjadi Kepala DP3A
-Mario Said, Staf Ahli menjadi Kepala Dinas PM PTSP
-Andi Pattiware, Kepala Dinas Perpustakaan menjadi Kepala Dinas Kebudayaan
-Irwan Bangsawan, Staf Ahli menjadi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
-Aulia Arsyad, Kepala Dinas Arsip menjadi Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian
-Ariaty Puspasari Abady, Staf Ahli menjadi Kepala Dinas Perpustakaan
-Mohammad Rheza, Kepala Dinas Koperasi menjadi Kepala Dinas Perhubungan
-Arlin Ariesta, Kepala Dinas Perdagangan menjadi Kepala Dinas Koperasi
-Andi Bukti Djufrie, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menjadi Kepala Dinas Sosial
-Nirman Niswan Mungkasa, Kepala Badan Riset Daerah menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan
-Evy Aprialty, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian menjadi Kepala Dinas Perdagangan
-Akhmad Namsum, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menjadi Staf Ahli
-Andi Herfida Attas, Kepala Dinas Kebudayaan menjadi Staf Ahli
-Firman Hamid Pagarra, Kepala Badan Pendapatan Daerah menjadi Asisten III
-Zainal Ibrahim, Kepala Dinas Perhubungan menjadi Asisten II

Eselon III
-Muhammad Fuad Arfandi, Sekretaris Bappeda
-Asminullah, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah
-Edwar Supriawan, Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Bakesbangpol
-Noptiadi, Sekretaris Dinas Pendidikan
-Andi Any Mulyani M, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD
-Andi Ardhy Rahadian, Kabag Protokol Setda
-Muhammad Zuhur Deng Ranca, Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial
-Kaharuddin Bakti, Kabid Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial Dinas Sosial
-Andi Rahmat Mappatoba, Kabag Perencanaan dan Keuangan DPRD
-Moh. Syafar Majid, Kabid Penataan, DLH
-Muhammad Amri, Kabag Perekonomian Setda
-Andi Husni, Camat Ujung Pandang
-Abdullah, Kabid Humas, Dinas Kominfo
-Isnaniah Nurdin, Kabid Perlindungan Anak, DP3A
-Zulfikar Zainal, Kabid Pendaftaran, Bapenda
-Artati, Kabid Kesenian, Dinas Kebudayaan
-Darus Moeslim, Kabid Kesenian dan Pendataan, Bapenda
-Riry Irma Nofrianty Iman, Kabid Kawasan Permukiman, DPKP
-Syarifuddin, Kabid SMP, Dinas Pendidikan
-Fajar Hidayat, Kabid Perencanaan dan Evaluasi, Bapenda
-Fandy Wiranto Iqbal Hafid, – Kabid Pengendalian Evaluasi, Bapenda
-Kurniati, Kabid SD, Dinas Pendidikan

Eselon IV:

-A Nurul Salsabila Sultan Pawi, Kepala UPT Museum, Dinas Kebudayaan
-Muliani Rosa Arifin, Kepala UPT Pengelolaan Pantai Losari, Dinas Pariwisata



×


Zulkifly Plt Kepala BKPSDM, Armin Paera Camat Wajo

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link