pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tenaga Ahli KSP Bahas Cadangan Beras di Sulsel

int Bodro Pambuditomo

MAKASSAR, BKM — Pemerintah pusat melalui Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong penguatan cadangan pangan di tingkat daerah. Hal ini dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (22/7).

Tenaga Ahli Utama KSP, Bodro Pambuditomo, menyampaikan bahwa penguatan cadangan pangan penting untuk menjaga ketahanan pangan di daerah. Tujuannya antara lain untuk penanganan bencana, stabilisasi harga, hingga bantuan sosial.
“Kita tadi membahas tentang usaha presiden untuk upaya penguatan cadangan pangan pemerintah daerah yaitu bagaimana ketahanan pangan itu bisa handal di daerah melalui cadangan pangan pemerintah daerah yang kuat. Baik tujuannya untuk penanganan bencana, stabilisasi, hingga bantuan sosial. Karena sesuai dengan amanat UU, pangan, dan PP Ketahanan Pangan,” jelas Bodro, usai menghadiri rapat.

Terkait kondisi di Sulawesi Selatan, Bodro menyebutkan bahwa pihaknya sudah melakukan pemantauan langsung ke pasar. Ia menyebut harga minyak goreng yang disalurkan Bulog cukup terkendali di beberapa daerah seperti Makassar, Parepare, dan Sidrap.

“Secara general kita coba lihat, tadi beberapa kali sudah ke pasar juga, untuk melihat contohnya harga untuk minyak kita, karena intervensi sudah cukup lumayan dari Bulog juga, lumayan terkendali harganya, khususnya harga minyak kita yang disalurkan oleh Bulog, karena itu sudah kami cek. Itu yang paling utama karena memantau dan mengendalikan harga itu penting elemennya dalam menjaga invasi,” ujarnya.
Namun, ia juga mencatat bahwa harga beras saat ini mengalami sedikit kenaikan, meskipun masih dalam tren nasional. Menurutnya, hal ini bisa diantisipasi dengan memperkuat cadangan pangan daerah.

“Terbilang cukup aman. Kalau beras secara general memang lagi ada tren sedikit kenaikan. Tapi wilayah Sulsel itu memang ada sedikit kenaikan. Memang lagi tren yang terjadi saat ini. Tapi tadi yang kami benar-benar jaga itu khususnya minyak kita. Karena capai minyak kita kalau kita pantau dari harga SP2KP itu terbilang yang cukup baik di Sulsel,” tambahnya.

Ia menegaskan pentingnya kerja sama dari semua pihak, mulai dari pemerintah desa hingga pusat, dalam menjaga kestabilan harga pangan.
“Nah, sekarang catatannya tadi yang kita rapatkan itu kita perlu yang namanya memperkuat cadangan pangan kita, kayak gitu. Karena tadi sudah disampaikan bahwa di daerah surplus itu dan khususnya tadi ya, karena kita kan ada kebijakan GKP inequality dan saat ini panen juga sudah selesai, jadi kita tahu akan ada risiko kenaikan harga,” ujar dia.

“Tapi kalau cadangan pangan kita kuat, kita bisa melakukan intervensi stabilisasi dengan mengguyur pasar dengan cadangan yang banyak seperti itu dengan harga yang rendah sehingga harga di pasar bisa turun. Oleh karena itulah esensi yang namanya menjaga cadangan pangan yang kuat itu penting. Jadi kolaborasi dalam stabilisasi itu bisa dilakukan berbagai macam pihak secara berlapis baik dari pemerintah daerah, kabupaten, kota, provinsi, hingga level nasional. Seperti itu. Jadi upayanya harus kerjasama kolaboratif dari pusat provinsi, kabupaten, mungkin hingga desa,” pungkasnya. (jun)



×


Tenaga Ahli KSP Bahas Cadangan Beras di Sulsel

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link