pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

391 Dosen Berpeluang Maju di Pilrek Unhas 2026-2030

‎MAKASSAR, BKM — Tahapan pemilihan rektor (pilrek) Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026-2030 resmi dimulai. Kick off proses demokrasi empat tahunan di kampus merah ditandai dengan Launching dan Sosialisasi Tata Cara Pemilihan Rektor yang digelar di Arsjad Rasjid Lecture Theaters, Kampus Unhas Tamalanrea, Senin (4/8).
Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) Prof Dr drg Hasanuddin Tahir, menegaskan bahwa seluruh tahapan pemilihan akan dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, dan berintegritas. Mulai dari penjaringan, penyaringan, pemilihan, hingga pelantikan rektor baru, seluruh proses akan diawasi secara ketat.
‎‎”Kami berharap proses ini menghasilkan pemimpin terbaik untuk membawa Unhas menghadapi tantangan masa depan,” ujar Hasanuddin Tahir di hadapan lebih dari 500 peserta yang mengikuti kegiatan secara luring dan daring.

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas Prof Dr Andi Alimuddin Unde, menekankan pentingnya kualitas kepemimpinan dalam menentukan arah masa depan universitas. “Rektor mendatang harus punya integritas tinggi, wawasan global, dan keteladanan moral. Bukan sekadar cerdas, tapi juga bertakwa,” tegasnya.
‎‎Ketua PPR Unhas Prof Ir Rusnadi, bersama Ketua Penyusunan Peraturan Pemilihan MWA Prof Dr Ir Andi Niartiningsih MP, memaparkan jadwal resmi tahapan pemilihan. Untuk penjaringan calon rektor dilaksanakan 11 Agustus-1 September 2025, penyaringan oleh Senat Akademik 1 Oktober-1 Desember 2025, pemilihan oleh MWA 14-28 Januari 2026. Penetapan dan pelantikan rektor dilaksanakan paling lambat 28 April 2026.
‎‎Panitia mewajibkan pendaftar calon rektor untuk menyerahkan 11 dokumen administratif secara daring. Termasuk surat kesediaan, laporan kinerja dosen, SK jabatan akademik, hingga ijazah dan hasil psikotes serta pemeriksaan kesehatan.

‎‎”Semua dokumen diverifikasi ketat, termasuk uji kesehatan dan Napza. Ini bagian dari upaya menjamin kelayakan moral dan akademik calon rektor,” kata Prof Niartiningsih.
‎‎Prof Dr Nasaruddin Salam yang turut menyusun regulasi teknis pemilihan, menjelaskan bahwa tahun ini jumlah potensi pendaftar dari internal Unhas mencapai 391 orang. Mereka adalah dosen bergelar doktor, berpangkat minimal lektor kepala atau guru besar, serta berusia tidak lebih dari 60 tahun pada 28 April 2026.

‎‎Jumlah minimal pendaftar ditetapkan sebanyak lima orang. Jika tidak terpenuhi, masa pendaftaran akan diperpanjang 10 hari. Namun jika jumlah tetap kurang, proses seleksi tetap berjalan. “Tidak ada batas maksimal pendaftar. Tapi berdasarkan pengalaman, jumlah tertinggi calon hanya delapan orang,” ungkap Prof Nasaruddin.
‎‎Tahap penyaringan dilakukan oleh Senat Akademik Unhas yang terdiri dari sekitar 85 anggota. Dari tahapan ini akan disaring tiga nama calon untuk diajukan ke MWA. Meskipun hanya ada tiga nama, tetap dilakukan pemungutan suara untuk menentukan bobot dukungan terhadap masing-masing calon.

‎‎Pemilihan di MWA dapat dilakukan melalui musyawarah atau voting. Jika dilakukan voting, Menteri Pendidikan memiliki hak suara sebesar 35 persen dari total suara. Dari 19 anggota MWA, hanya 17 yang menggunakan hak suara karena dua di antaranya, yakni rektor aktif dan ketua senat, telah menggunakan hak pilih di tahap penyaringan.
‎‎Rektor terpilih akan ditetapkan melalui SK MWA dan dilantik paling lambat pada akhir masa jabatan rektor saat ini, yakni 28 April 2026. “Kalau terjadi pemungutan suara, maka suara menteri setara sembilan dari total 25 suara,” terangnya. (ita)



×


391 Dosen Berpeluang Maju di Pilrek Unhas 2026-2030

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link