BeritaKotaMakassar.Com – Fenomena langit langka akan menghiasi Indonesia pada Minggu (7/9) malam hingga Senin (8/9) dini hari. Gerhana Bulan Total atau yang dikenal dengan istilah blood moon dapat disaksikan di seluruh penjuru negeri, dari Sabang hingga Merauke. Peristiwa ini menjadi salah satu momen astronomi yang selalu dinanti masyarakat.
Gerhana Bulan Total hanya terjadi saat Bulan berada pada fase purnama. Dalam posisi ini, Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada garis lurus sempurna. Akibatnya, cahaya Matahari yang seharusnya menyinari Bulan terhalang oleh Bumi sehingga tampak meredup.
Ketika cahaya Matahari melewati atmosfer Bumi, molekul udara menyebarkan cahaya biru dan membiarkan cahaya merah menembus. Pantulan cahaya merah inilah yang kemudian mengenai permukaan Bulan. Itulah sebabnya Bulan tampak berwarna merah marun dan disebut sebagai fenomena blood moon.
Menurut data Bosscha Observatory ITB, gerhana dimulai pada Minggu malam pukul 22.28 WIB dengan fase penumbral. Pukul 23.27 WIB, gerhana sebagian mulai terjadi. Kemudian memasuki Senin (8/9) pukul 00.30 WIB, Gerhana Bulan Total resmi dimulai dan mencapai puncaknya pada 01.11 WIB.
Setelah mencapai puncak, gerhana akan perlahan berakhir. Pada pukul 01.52 WIB, fase total selesai, disusul berakhirnya fase sebagian pada 02.56 WIB. Sementara itu, fase penumbral diperkirakan selesai pada 03.55 WIB. Dengan demikian, seluruh rangkaian fenomena berlangsung lebih dari lima jam.
Bagi masyarakat yang tidak sempat menyaksikan langsung, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyediakan layanan live streaming gerhana bulan. Siaran tersebut bisa diakses melalui laman resmi gerhana.bmkg.go.id. Dengan begitu, masyarakat tetap dapat menikmati indahnya fenomena Blood Moon di mana saja.(jp)

