MAKASSAR, BERITAKOTAMAKASSAR.COM–Jelang musim penghujan Pemerintah Kota Makassar akan membuat 100 sumur biopori tahun ini dan 100 lagi pada tahun 2026 mendatang.Biopori ini berfungsi sebagai sumur resapan untuk mempermudah air ke dalam tanah.
Sumur biopori itu akan dibuat menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025 dan APBD Pokok 2026.
Sebelum melaksanakan program itu, Pemkot Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar sudah membuat dua sumur biopori untuk uji coba.
Satu biopori ditempatkan di halaman Kantor Wali Kota Makassar dan satu lagi berada di halaman Gedung PKK.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Helmy Budiman meninjau langsung biopori di halaman Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (17/9).
Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman menerangkan, biopori yang berada di halaman Kantor Wali Kota Makassar saat ini sementara dalam tahap uji coba.
Selain sebagai tempat cadangan air, biopori ini juga menjadi tempat untuk membuat kompos. Ukuran tingginya 120 cm dan diameter 80 cm.
“Untuk biopori yang ada di Kantor Wali Kota, itu uji coba sebelum kami membuat biopori di lokasi lainnya,” imbuh Helmy.
Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP) Kota Makassar itu, mengatakan pihaknya saat ini masih sementara menghitung Rincian Anggaran Biaya (RAB)-nya.
“Kalau estimasi sih nda terlalu mahal, sementara kita hitung RABnya,” lanjut Helmy.
Fungsi biopori sendiri sebagai lubang resapan air yang meningkatkan daya serap air ke dalam tanah, mencegah genangan dan banjir, serta menambah cadangan air tanah.
Selain itu, biopori juga berfungsi untuk mengolah limbah organik menjadi kompos, meningkatkan kesehatan dan kesuburan tanah, serta menunjang kehidupan fauna tanah seperti cacing yang membantu menciptakan pori-pori alami. (rhm)

