MAKASSAR, BKM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi lokal.
Melalui kegiatan bertajuk “Diversifikasi Produk Gula Aren Cair Rasa Vanila di Kabupaten Takalar”, tim PkM UNM melatih masyarakat Takalar membuat gula aren cair rasa vanila.
Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan PKBM Satria Mangindara, sebuah lembaga pendidikan nonformal yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pedesaan yang ada di Kabupaten Takalar.
Kegiatan PkM yang berlangsung selama beberapa minggu ini dipimpin oleh Dr.Latang, S.Pd., M.Pd., dosen Jurusan Pendidikan Pendidikan Masyarakat FIP UNM, bersama tim yang terdiri atas Nasrah, S.Pd., M.Pd., Dr. Untung, M.Pd., dan Dr. H. Muhaemin, M.Ag. dan Febriansa, M.Pd.
Menurut Febriansa, kegiatan ini berangkat dari kondisi masyarakat Takalar yang sebagian besar masih menjual hasil perkebunan aren dalam bentuk mentah.
“Selama ini masyarakat hanya memproduksi gula aren batok secara tradisional. Padahal dengan sedikit inovasi, seperti menambahkan rasa vanila dan mengubah bentuk menjadi cair, nilai jualnya bisa meningkat dua kali lipat,” jelas Febriansa melalui rilis, Selasa (4/11/2025).
Empat Tahapan Pemberdayaan
Program ini dilaksanakan melalui empat tahapan utama yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, dan pendampingan berkelanjutan.
Pada tahap pelatihan, masyarakat dibimbing untuk membuat gula aren cair rasa vanila menggunakan teknologi sederhana namun higienis.
Peserta dilibatkan langsung dalam praktik mulai dari pengolahan nira aren, pencampuran ekstrak vanila, hingga pengemasan produk dengan label menarik.
“Kami menggunakan pendekatan learning by doing, agar masyarakat benar-benar bisa mempraktikkan dan melanjutkan produksi secara mandiri,” ujar Dr.Latang, selaku Ketua Tim Dosen.
Selain keterampilan teknis, masyarakat juga mendapatkan pelatihan pemasaran digital dan manajemen usaha kecil. Peserta diperkenalkan pada cara promosi produk melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp, agar jangkauan penjualan semakin luas.
Dampak dan Hasil Program
Kegiatan ini menghasilkan produk inovatif “Gula Aren Cair Rasa Vanila” yang kini mulai diperkenalkan di masyarakat di desa tersebut. Produk tersebut mendapat sambutan positif karena rasanya yang khas dan tampilannya yang modern.
Salah satu peserta pelatihan, Hasnita, mengaku sangat antusias mengikuti program ini.
“Kami sangat terbantu. Sekarang kami tahu cara mengolah gula aren menjadi produk yang lebih menarik dan bisa dijual di media sosial,” ujarnya.
Program ini juga memberikan dampak sosial signifikan, di antaranya peningkatan keterampilan warga belajar PKBM dalam pengolahan hasil alam, tumbuhnya jiwa kewirausahaan masyarakat pedesaan, terbentuknya kelompok usaha kecil berbasis komunitas PKBM dan peningkatan citra PKBM Satria Mangindara sebagai pusat inovasi berbasis potensi lokal.
Rencana Lanjutan
Tim pengabdian berencana melanjutkan program ini dengan fokus pada penguatan kelembagaan PKBM, pengembangan varian produk baru (seperti gula aren rasa jahe dan pandan), serta pelatihan branding dan pemasaran digital tingkat lanjut.
“Kami ingin menjadikan PKBM Satria Mangindara sebagai model PKBM produktif di Sulawesi Selatan tempat masyarakat belajar, berinovasi, dan berdaya secara ekonomi,” tutup Nasrah salah satu Tim PkM
Tentang Program
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar serta pihak PKBM Satria Mangindara Kabupaten Takalar.(rls)

