PAREPARE, BKM – -Pemerintah Kota Parepare bekerja sama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare menggelar rapat penetapan judul ceramah salat Tarawih menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H di Ruang Data Pemkot Parepare, Rabu (21/1).
Rapat dipimpin Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Parepare, H. Muh. Shodiq Asli Umar, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Parepare, H. Hasan Basri. Turut hadir Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Parepare Andi Mulyadi, serta perwakilan berbagai organisasi keagamaan.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Ketua Baznas Parepare Ustaz Iwan Yusuf Caco, H. Zainal Arifin (perwakilan MUI), Rajamangsi (PD Muhammadiyah), Sabuddin (NU), Idris (DDI), Zulfajar Najib Haddade (Ketua KPK, serta unsur organisasi keislaman lainnya.
Kasi Bimas Islam Kemenag Parepare, H. Hasan Basri, mengatakan penetapan tema ceramah ini bertujuan menyeragamkan materi dakwah agar pesan Ramadhan lebih terarah dan menyentuh kebutuhan umat.
“Kami berharap seluruh masjid di Kota Parepare menghadirkan penceramah sesuai tema yang telah disepakati. Bersama pengurus DMI, kami juga akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelaksanaannya,” ujar Hasan Basri.
Sementara itu, Ketua DMI Parepare Andi Mulyadi menilai kesepakatan tema ceramah ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat.
“Tema-tema ini mencakup ibadah, sosial, kebangsaan, hingga penguatan akhlak. Harapannya, masjid tidak hanya ramai secara fisik, tetapi juga menjadi pusat transformasi nilai keislaman dan kebersamaan,” jelasnya.
Adapun judul ceramah Tarawih Ramadhan yang telah disepakati bersama yakni fadhilah amaliah ramadhan, bersuci sebagai syarat sahnya shalat, shalat berjamaah sebagai kunci kemakmuran masjid, ZIS sebagai sumber keberkahan dan kesuksesan, Haji dan Umrah Wakaf sebagai investasi akhirat, ikhtiar dan doa kunci kesuksesan dan keselamatan ilmu, iman, dan amal shaleh, menghidupkan sunnah, jalan menuju hidayah akhlak dalam kehidupan, membangun generasi Qur’ani,
dakwah dan jamaah dalam Islam, berbakti kepada orang tua dan kewajiban orang tua terhadap anak,
sinergitas umarah, ulama, dan masyarakat, Islam sebagai agama universal dalam kehidupan manusia,
nuzulul qur’an,
Nikah sesuai rukun sslam dan hukum negara, memelihara dan mencintai lingkungan sebagai tanggung jawab umat, ukhuwah Islamiyah, Insaniyah, dan Wathaniyah, Lailatul Qadar dan I’tikaf sebagai kemuliaan moderasi beragama sebagai perekat NKRI hak dan kewajiban dalam hidup bertetangga,
donor darah sebagai bagian dari ibadah, menunaikan ibadah sebagai kunci keberkahan taubat dan kematian, perniagaan dalam Islam, memelihara amalan dan sunnah pascaramadhan Idul Fitri.
Kabag kesra H Shodiq Asli Umar mengatakan Dengan penetapan tema ini, Pemkot Parepare berharap pelaksanaan ibadah Ramadhan tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, bermakna, dan berdampak positif bagi kehidupan keagamaan serta sosial masyarakat. (mup/D)

