MAKASSAR, BKM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendorong penguatan peran kesekretariatan sebagai penopang utama fungsi kelembagaan, seiring terbentuknya kepengurusan baru Asosiasi Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (ASDEKSI) wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda).
Dalam forum konsolidasi tersebut, Sekretaris DPRD Kabupaten Gowa terpilih secara aklamasi sebagai Ketua ASDEKSI Sulselbar. Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris organisasi.
Pembentukan kepengurusan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antar sekretariat DPRD di tingkat kabupaten dan kota, sekaligus menyatukan arah kebijakan dalam mendukung fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba menjelaskan bahwa ASDEKSI menjadi wadah komunikasi yang penting bagi para Sekretaris DPRD untuk bertukar gagasan serta merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di daerah masing-masing.
Menurutnya, dinamika tugas kesekretariatan yang semakin kompleks membutuhkan forum bersama agar setiap kebijakan dapat diselaraskan dan dijalankan secara lebih efektif. “ASDEKSI ini bukan sekadar forum komunikasi, tetapi menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai persoalan di lingkup sekretariat DPRD, sekaligus mencari solusi bersama agar kinerja kelembagaan semakin optimal,” ungkapnya, Selasa (14/4).
Ia menambahkan, setelah terbentuknya kepengurusan di tingkat wilayah, tahapan selanjutnya adalah proses pengukuhan oleh Dewan Pengurus Nasional (DPN) yang dijadwalkan berlangsung di Bandung dalam waktu dekat. Pengukuhan tersebut akan menjadi dasar formal bagi organisasi untuk mulai menjalankan program kerja secara terstruktur.
“Struktur organisasi sudah lengkap. Dalam waktu dekat kami akan dikukuhkan oleh pengurus pusat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan ASDEKSI bersifat ex-officio, yang melekat pada jabatan Sekretaris DPRD. Dengan sistem ini, setiap pergantian jabatan secara otomatis akan diikuti dengan perubahan struktur organisasi.
Menurutnya, mekanisme tersebut penting untuk menjaga kesinambungan organisasi tanpa mengganggu jalannya program yang telah direncanakan. “Jika terjadi mutasi jabatan, maka pejabat yang menggantikan otomatis masuk dalam struktur kepengurusan,” ucapnya.
Sebagai bagian dari strategi penguatan koordinasi, seluruh anggota ASDEKSI Sulselbar sepakat menetapkan Kota Makassar sebagai lokasi sekretariat organisasi. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan posisi Makassar sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas regional yang memudahkan akses komunikasi antar daerah.
“Makassar menjadi titik sentral koordinasi, sehingga memudahkan komunikasi dan mempercepat respons terhadap berbagai isu, mampu menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas tata kelola kesekretariatan DPRD, sekaligus memperkuat peran kelembagaan dalam mendukung kinerja dewan secara keseluruhan,” tuturnya. (ita)

