MAKASSAR, BKM — Persiapan untuk menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) terus dilakukan. Berbeda dengan tahun lalu, di 2018 ini, ujian nasional untuk tingkat SMA/SMK akan dilaksanakan di seluruh sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo menjelaskan pihaknya baru saja merampungkan simulasi UNBK di SMA/SMK sederajat di kabupaten/kota.
Persiapan teknis pun sementara dirampungkan. Seperti masalah jaringan, kelistrikan, dan lainnya.
Untuk pelaksanaan UNBK, tentu persyaratan utama yang harus disiapkan adalah komputer. Namun tentu saja kondisi setiap sekolah mengalami keterbatasan.
Informasi yang diperoleh, karena keterbatasan itu komputer, sekolah mengharuskan siswanya menyiapkan laptop. Tentu saja, tidak semua siswa mampu menyiapkannya. Bagi siswa dari kalangan yang tidak mampu, cukup berat untuk memiliki laptop.
Namun None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo menjelaskan, pihak sekolah tidak mengharuskan setiap siswa yang mengikuti ujian untuk menyiapkan laptop.
Namun, untuk siswa yang cukup mampu atau memiliki laptop, diminta untuk membawanya ke sekolah saat ujian. Alasannya, kondisi sekolah juga terbatas karena hanya bisa meyiapkan hingga 25 unit komputer. Jadi, kalau hanya mengandalkan komputer, sementara siswa yang mengikuti ujian sekitar 100 orang, maka butuh empat sesi ujian agar semua siswa bisa ikut UNBK. Namun, jika siswa membantu dengan membawa laptop, proses UNBK bisa cepat selesai.
“Kami berharap pengertian peserta UNBK. Bagi yang punya laptop bisa digunakan. Sementara yang tidak, dibantu dengan menggunakan komputer, ” ungkap None, Senin (19/2).
Khusus untuk daerah remote area seperti dari pulau terluar dan perbatasan, pihaknya akan mengikutsertakan siswa di sekolah terdekat yang menyelenggarakan UNBK.
“Kalau perlu kami akan menyiapkan kapal perang untuk mengangkut siswa dari wilayah remote area untuk ikut ujian, ” jelasnya.
Lebih jauh dikemukakan, pihaknya juga telah menggelar rapat dengan instansi terkait seperti LPMP, Kemenag, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Telkom, Telkomsel, PLN, Polda, Angkasa Pura, Lantamal dan Polairud dalam rangka mempersiapkan UNBK.
Sebelumnya, None menjelaskan, pihaknya sudah mendata sekolah-sekolah yang tidak bisa melaksanakan UNBK secara mandiri. Alasannya, karena sekolah tersebut tidak punya sarana listrik maupun internet. Khususnya di sekolah-sekolah yang berada wilayah terluar Sulawesi Selatan.
Sekolah dengan jumlah siswa dibawah 20 orang, sesuai aturan, tidak bisa menyelenggarakan UN berbasis komputer. Para siswa tersebut akan diarahkan untuk mengikuti UNBK di sekolah-sekolah yang ditunjuk.
Saat ini, kata lelaki yang akrab disapa None ini, sudah ada 15 sekolah remote area yang tak mampu menggelar UNBK. Sekolah itu harus difasilitasi melaksanakan ujian di sekolah terdekat yang memiliki fasilitasi untuk menggelar UNBK.
“Sudah ada 15 sekolah yang melaporkan yang harus difasilitasi untuk melaksanakan UNBK. Karena di sekolahnya, sama sekali belum ada listrik dan jaringan internet, ” katanya.
Dia juga menegaskan, untuk sekolah dengan jumlah siswa yang akan menggelar ujian tidak cukup 20 orang, harus melaksanakan di sekolah lain. Baik sekolah itu berstatus negeri maupun swasta.
Sejauh ini, lanjutnya, persiapan untuk penyelenggaraan UNBN sudah cukup matang. Karena tidak lagi menggunakan naskah, artinya UN tahun ini tidak ada lagi pencetakan soal ujian.
“Kami upayakan tahun ini tidak ada lagi pencetakan naskah ujian. Sebagai siswa harus menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK, ” ungkap lelaki yang akrab disapa None itu.
UNBK dipastikan bisa mengefisiensikan anggaran ujian nasional. Mulai pencetakan naskah ujian, pengamanan dan pengawalan, hingga distribusi naskah ke kabupaten/kota, hingga yang terpencil sekalipun.
Dia melanjutkan, berbeda dengan UNBK tahun 2017 lalu, tahun ini, model soal cukup berbeda. Selain ada multiple choice alias pilihan ganda, soal juga disajikan dalam bentuk esai.
Karena itu, dia mengimbau kepada siswa untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi UNBK tahun ini yang rencananya akan dilaksanakan Maret mendatang. (rhm)

