MAKASSAR, BKM — Jalan AP Petta Rani merupakan salah satu jalan nasional yang kerap menjadi langganan banjir ketika hujan turun.
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XIII selaku stakeholder terkait mulai memikirkan cara menanggulangi genangan cukup parah yang terjadi di sepanjang Jalan AP Petta Rani jika hujan turun.
Sedianya, tahun ini BBPJN mulai akan menangani persoalan drainase di jalan tersebut. Namun sayang, rencana tersebut harus ditunda dulu. Pasalnya, saat ini, mulai dilakukan persiapan untuk pembangunan proyek tol layang (elevated road) AP Pettarani.
Kepala BBPJN Wilayah XIII, Miftahul Khaer menjelaskan, pihaknya tidak bisa melakukan rekayasa drainase di AP Pettarani karena berbenturan dengan pengerjaan elevated road. Padahal, pusat tahun ini menyetujui usulan BBPJN XIII untuk pembiayaan drainase di sana.
Yang bisa dilakukan untuk meminimalisir genangan di AP Pettarani hanya sebatas pembersihan saluran.
Dia menjelaskan, pihaknya sementara membahas persoalan ini dengan Marga Nusantara. Karena kalaupun akan dibersihkan drainasenya, tetap akan berdampak pada arteri jalan karena saat ini sementara dilakukan pengerjaan pelubangan tanah untuk elevated road.
“Saat ini kami hanya fokus pada transisi saja, untuk pembersihan saluran karena berbenturan dengan elevated road. Otomatis arteri kita juga akan berdampak pada pembangunan itu, ” kata Miftahul.
Khusus untuk perbaikan genangan jalan dan drainase AP Pettarani, BBPJN XIII mendapat kucuran anggaran dari pusat senilai Rp700 juta tahun ini.
“Itu untuk awal, kita minta tambahan kurang lebih dua miliar untuk penanganan revisinya. Tapi dengan adanya tol ini kita tidak bisa tangani secara preventif karena nantinya ada double pertanggungjawaban. Yang jelas kita transisi saja dulu jangan sampai terjadi banjir,” jelas Miftahul.
Sebelumnya, Miftahul menjelaskan, skenario yang bisa dilakukan untuk meminimalisir terjadinya banjir di Jalan AP Pettarani dengan meminjam space lahan yang ada di Jalan Sungai Saddang dan Landak untuk mengalirkan air di AP Pettarani menuju ke kanal.
Diperkirakan untuk menanggulangi persoalan genangan itu, butuh anggaran sekitar Rp20 miliar.
Dia mengaku pihaknya sudah melakukan survey, detailkan akan difinalkan. Saat ini, lanjutnya, yang cukup mendesak untuk dilakukan adalan membersihkan endapan saluran di sepanjang AP Pettarani sampai pertigaan Urip Sumiharjo sepanjang 1,5 km. Namun dia mengaku cukup terkendala dengan kehadiran pedagang kali lima
Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang, Andai Dharmawan Bintang menjelaskan untuk memerangi banjir di kawasan AP Pettarani, butuh keterlibatan berbagai pihak. Baik provinsi, BBPJN XIII, Pemerintah Kota Makassar, hingga BBWSPJ.
Dia setuju jika air yang tergenang di AP Pettarani diarahkan ke kanal.
“Harus segera dilaksanakan. Kami siap membantu upaya tersebut, ” ungkapnya. (rhm)
Tol Layang Pettarani Hambat Pembersihan Drainase
×

