SEBAGAI kepala rumah tangga yang memiliki satu orang anak, Denny tidak menghabiskan waktu luangnya untuk bersantai di waktu senggang. Ia kadangkala bekerja serabutan mulai kerja kayu hingga menjadi tukang batu.
Laporan: JUNI SEWANG
Denny berterima kasih dengan banyaknya teman dan sahabat yang saling membantu dalam hal pekerjaan. Beberapa temannya yang berbeda profesi tersebut kadang memanggilnya untuk membantu bekerja.
“Kalau di luar jam kerja, ada biasa panggil jadi tukang kayu dan batu. Daripada bersantai di rumah lebih baik mencari tambah tambahan penghasilan untuk belanja anak dan istri,” kata Denny.
Dalam keluarga kecilnya, Denny mengaku bersyukur bisa menghidupi keluarganya dengan gaji yang dirasa sudah cukup lumayan Rp2.050.000 per bulan.
“Alhamdulillah dengan gaji Rp2.050.000, saya bisa membiayai istri dan anak 1, istri saya seorang ibu rumah tangga, memang fokus mengurus rumah saja, tidak usah kerja. Makanya diwaktu senggang saya gunakan untuk kerja serabutan,” ujar Denny sembari tersenyum.
Pagi hari, ia mulai berkeliling menyiram taman kota sejak pukul 08.00 dan berakhir sekitar pukul 10.00. Selama musim kemarau, penyiraman memang sengaja dimulai lebih pagi. Denny mengatakan, penyerapan air oleh tanaman sebelum terkena terik matahari lebih maksimal. Karena lebih cepat terserap, air yang dibutuhkan pun bisa lebih hemat.
Pria kelahiran Jakarta 27 Desember 1981 ini harus sudah ada di taman Jalan Kakatua pada pukul 06.00 wita untuk melakukan pengisian mobil Fukuda dengan kapasitas 1.000 liter air.
Beberapa taman yang menjadi wilayah kerjanya diantaranya taman Kakatua – Ratulangi, taman jalan Mappanyukki, Taman jalan Haji Bau, Taman jalan Garuda, taman jalan Rajawali, Taman spbu jalan Gagak dan taman spbu Cendrawasih.
“Pukul 06.00 wita sudah ada di taman Jalan Kakatua – Ratulangi untuk mengisi fukuda penyiram, kapasistas fukuda penyiram itu 1.000 liter setelah pengisian lalu berkeliling ke taman yang menjadi tanggung jawab kerja,” ungkap Denny.
Selain melakukan penyiraman pagi hari, dirinya juga akan kembali melakukan aktifitasnya pada pukul 15.00 sampai pukul 17.30 wita, dengan aktifitas yang sama dan bisa sampai delapan jam.
“Penyiraman dua kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore. Dalam menjalani tugas terkadang ada kendala seperti pipa penyiram rusak,” jelas Denny.
Untuk biaya akomodasi untuk fukuda penyiram taman, jelas Denny, ia menerima Rp900 ribu setiap bulannya.
“Biaya operasional fukuda penyiram taman itu Rp900 ribu, itu masuk bensin fukuda dan untuk bahan ganset pompa untuk menyiram dan ganset,” tuturnya. (jun)

