pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Unhas Awasi Dosen Malas

MAKASSAR, BKM– Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tidak main-main dalam memonitoring dan mengawasi seluruh aktivitas perkuliahan, termasuk mengawasi sebanyak 1.640 orang dosen di berbagai disiplin ilmu. Unhas berharap semua dosen memenuhi tanggung jawabnya di kampus merah tersebut.
Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Universitas (Sekun) Universitas Hasanuddin, Dr Nasaruddin Salam. Menurutnya, dari 1.640 orang dosen terdapat guru besar 280 atau 17.07 persen berpendidikan doktor (S3) 987 atau 60.18 persen. Hanya saja, Nasaruddin membeberkan belum ada dosen unhas yang masuk dalam kategori malas dan perlu di evaluasi.
“Semua dosen aktif ji dek, dosen yang lagi menjalankan studi belajarpun itu aktif. Kalau dosen yang malas itu, tentu kita evaluasi pertriwulannya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/7).
Lanjutnya, bahwa pimpinan memberikan kesempatan kepada dosen untuk melanjuktan studi, dengan memberikan bantuan pendidikan. Jumlah dosen yang studi lanjut 194 dosen, dengan rincian S2 sebanyak 7 orang dan S3 sebanyak 187 orang. Data dosen yang studi lanjut di Dalam Negeri (DN) S2 sebanyak 4 orang, S3 sebanyak 113 orang dan lanjut studi di Luar Negeri (LN) S2 sebanyak 3 orang, S3 sebanyak 74 orang.”Dosen yang malas dan tidak memenuhi SKS akan diberikan sanksi tegas yaitu pemotongan tunjangan sertifikasinya. Tapi sampai saat ini tidak ada lagi dosen seperti itu, karena banyak sekali kegiatan-kegiatan yang memungkinkan, dosen mendapatkan SKS. Tidak hanya dosen mengajar itu dikatakan dosen malas, bisa saja dosen itu lagi ada proses bimbingan, lagi di laboraturium atau di lapangan dan esktrakulikuler itu dapat semua jatah SKS, “jelasnya.
Terlebih jauh, tambah Nasaruddin, setiap fakultas dan rektorat selalu melakukan evaluasi terhadap dosen yang tidak memenuhi tanggung jawabnya.”Ada sistem dalam jaringan atau online bisa dilihat. Sekarang saja kita lagi evaluasi semua dosen. Jadi setiap dosen itu ada dua asessornya yang menilai. Tapi seluruh kegiatannya di input sama admin prodi dan ada tim verifikator, apa kegiatan itu benar, telaksana atau tidak terus diperiksa,” bebernya.
Sementara itu, Rektor Unhas, Prof Dwia Ariestina Pulubuhu menyatakan, bagi dosen unhas yang malas tentu mendapat tindakan tegas dari pihak kampus, dan rata-rata dosen unhas sudah mengetahui hal tersebut. Sanksinyapun tidak main-main, sebab setiap dosen di Unhas telah diwadahi untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai dosen Unhas.
“Sumber daya dosen itu dibina langsung prodi, kita direktorat hanya mengimbau pada awal dirancang seluruh tugas, dosen itu bisa memenuhi 12 sks dalam semester itu. Sepanjang dosennya mau aktif dan kita sudah wadahi tapi tidak laksanakan tetap tidak kita hitung,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Prof Armin Arsyad, menuturkan, jumlah dosen di Fisip berjumlah 132 orang dan secara keseluruhan semua aktif dan hanya satu orang dosen yang masuk dalam daftar binaan akibat tidak menjalankan tanggung jawabnya.
“Kita miliki 132 orang dosen. Mereka aktif semua. Memang ada satu orang dosen izin sekolah tapi tidak pulang. Itu sementara kita proses pemecatannya, dia dosen laki-laki,” katanya.
Ia juga secara tegas menginggatkan dosen untuk aktif menjalankan tugasnya di almamater merah tersebut.”Jadi berat ini dosen mau main-main, tapi rata-rata dosen saya lihat ini sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Dosen juga wajib melaksanakan tugasnya karena ada evaluasi, untuk pembayaran kinerjanya atau sertifikasi dosen, dievaluasi setiap semester,” katanya.(ita)



×


Unhas Awasi Dosen Malas

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar