PERHELATAN Asian Games ke-XVIII tahun 2018 kini sudah di depan mata. Dua kota, yakni Jakarta dan Palembang akan menjadi tuan rumah. Reski Wahyuni akan ambil bagian dalam even ini. Siapakah dia?
Laporan: Saribulan
RESKI WAHYUNI atau biasa dipanggil Kiki, berdomisili di Desa Tanakaraeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Di Asian Games kali ini, ia mewakili Indonesia memperkuat cabang olahraga dayung. Kini, ia sementara menjalani proses penggemblengan di Jakarta.
Perempuan kelahiran 1993 yang berparas manis dengan kulit kecoklatan ini tak pernah menyangka bisa menembus ajang sebesar Asian Games. Tak salah jika ia kemudian bangga dan bersyukur dengan pencapaiannya ini.
Sebagai anak yang tinggal di pelosok desa Kabupaten Gowa, Kiki pantang menyerah untuk bisa mengembangkan bakat dan prestasinya di kancah olahraga air. Diapun menaruh optimisme bisa membuat harum nama Indonesia di ajang yang berlangsung 18 Agustus hingga 2 September mendatang.
“Sebagai warga Gowa, tentu saya sangat bangga bisa mewakili daerah, apalagi negara Indonesia tercinta di pesta olahraga terbesar kedua setelah Olympiade ini,” ucap Kiki melalui pesan WhatsApp. BKM berkomunikasi dengannya melalui chatting di sela kesibukannya berlatih di Jakarta, Selasa siang (31/7).
Kiki adalah anak perempuan dari keluarga sederhana pasangan Muh Saleh Dg Limpo dan Basse Dg Jenne. Untuk kemampuannya mendayung, semuanya bermula dari Sungai Je’neberang.
Karena rumahnya di Desa Tanakaraeng yang dekat dengan sungai ini, maka bermain air menjadi kesehariannya. Hingga akhirnya Kiki memantapkan olahraga dayung sebagai hobinya.
Kiki mengakui bahwa untuk bisa menembus Asian Games adalah perjuangan maha berat. ”Latihannya sangat keras. Tidak semudah membalikkan telapak tangan bisa ikut serta dalam Asian Games 2018. Banyak rintangan dan pengorbanan yang harus saya lalui. Air mata, keringat yang menetes setiap hari, dan terutama jauh dari kedua orangtua,” tulisnya di WA.
Selama dalam karantina Pelatnas, diakui Kiki, latihan dan latihan menjadi kesehariannya. Di Asian Games, ia akan berlaga pada cabang canoe slalom. Ini merupakan nomor baru yang dipertandingkan.
“Saya akan turun bertanding di nomor Single Canoe I Women atau perorangan. Ini nomor baru yang dipertandingkan. Karena itu saya harus berlatih keras,” begitu komentarnya.
Kiki mengatakan, sebelum masuk Pelatnas, seleksi yang dijalaninya cukup ketat pada November 2016. “Saat saya masuk Pelatnas, keberadaan saya dalam tim tidak ditargetkan untuk ikut di Asaan Games. Namun berkat usaha dan kerja keras, saya bisa membuktikan bahwa saya layak untuk mewakili Indonesia. Dan Alhamdulillah, perjuangan saya tinggal selangkah lagi yakni Asian Games. Saya orang Manuju, saya Gowa, saya pasti bisa,” katanya dengan keyakinan penuh.
Di bidang olahraga dayung ini, sebelumnya Kiki telah menorehkan prestasi membanggakan. Ia pernah meraih medali perak pada kejuaraan South East Canoe Slalom Championship and Thailand Open 2018.
Dengan bekal itulah, semangat alumni Universitas Negeri Makassar (UNM) dan guru honorer di SMA Satap Manuju, Kabupaten Gowa ini untuk untuk meraih medali emas di Asian Games ini cukup tinggi.
“Saya butuh dukungan dan doa dari ayah ibu, teman-teman, masyarakat Manuju, masyarakat Gowa, masyarakat Sulsel dan masyarakat Indonesia. Kidoakanga nah supaya saya bisa harumkan Indonesia di Asian Games nanti,” pintanya.
Selain doa dan support orangtua dan sanak saudaranya, Kiki juga mengakui jika motivasi tak terhingga datang dari seniornya sekaligus pelatihnya di Gowa, yakni Anwar Tarra Dg Sibali. “Beliau adalah senior saya di olahraga dayung,” ungkap Kiki.
Menyusul adanya atlet dayung asal Gowa yang turut memperkuat tim dayung Indonesia di Asian Games, diapresiasi Kadis Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gowa Muh Fajaruddin.
“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Gowa, saya sangat bangga. Karena kita punya atlet yang bisa membawa harum nama Gowa di kancah internasional dalam event Asian Games XVIII. Semoga adek Kiki mampu menorehkan yang terbaik untuk Indonesia, terkhusus bagi Gowa,” kata Fajaruddin. (*/rus)

