pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ukuran Tahu dan Tempe Diperkecil

MELEMAHNYA nilai tukar rupiah ke dollar juga dirasakan dampaknya oleh pengrajin tahu dan Tempe di Jalan Kesatuan III, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar. Untuk menyiasati agar tidak terjadi kenaikan, pengrajin hanya mengurangi sedikit ukuran tahu dan tempe produksi mereka, karena harga kedelai naik.
Salah satu pengrajin tahu, Syaiful mengatakan, harga kedelai naik dari Rp68.000 menjadi Rp79.000 per kilogram. Kenaikan mulai terjadi setelah lebaran Idul Fitri baru baru ini.
Syarif mengaku, per hari rata-rata memproduksi 500 kilogram kedelai, dan 2,5 ton perbulannya. Ia yang telah berjualan tahu selama hampir 20 tahun dan mengandalkan kedelai impor. Menurut dia, pengrajin lebih memilih kedelai impor karena kwalitasnya bagus sementara kedelai lokal tidak bertahan lama bila disimpan. Apalagi, para petani lokal lebih memilih memproduksi jagung, sehingga ia lebih memilih kedelai impor.
Syarif menjual produk tahunya Rp3.500 per kotak atau setengah ember cat 10 kg kepada pedagang gandengan dan para pedagang pasar.
“Kedelai saya diantarkan, harga kedelai yang saya beli per kilogram naik dari Rp68.000 menjadi Rp79.000. Kalau harga kedelai per kilogram Rp 68.000, sebelum Idul Fitri baru baru ini, namun setelah Idul Fitri naik menjadi Rp79.000 para perajin tahu/tempe sedikit mengurangi ketebalan dari tahu itu sendiri,” kata Syarif.
Harga kedelai yang mahal juga membuat Syarif mengurangi takaran produksi, misalnya dari 2 kilogram menjadi 18 ons. Satu kotak tahu ia jual Rp3.500, lebihnya Syarif menjelaskan saat ini tidak ada persediaan kedelai lokal, tidak banyak petani yang mau menanam kedelai karena biaya produksi tak sebanding dengan hasil panen juga menjadi alasan petani lokal. (jun)



×


Ukuran Tahu dan Tempe Diperkecil

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar