pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ibu Hamil Sembilan Bulan Lolos dari Maut

DI kamar perawatan bersalin Cempaka Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat, Sudiang, Makassar, Minggu siang (30/9). Seorang perempuan terbaring di atas tempat tidur. Ada dua orang anaknya yang menemani.
Ibu itu bernama Gati Dwi Astuti. Berusia 32 tahun. Wanita ini tengah hamil sembilan bulan.
Ia warga Palu yang lolos dari maut dan mengungsi ke Makassar. Korban bencana gempa dan tsunami ini tiba dengan pesawat TNI Angkatan Udara jenis Hercules di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (29/9).
”Alhamdulillah, keluarga saya selamat semua. Saya belum diperbolehkan keluar dari rumah sakit, karena usia kandungan sudah sembilan bulan,” ujar Gati Dwi Astuti yang masih terlihat lemas, kemarin.
Tak lupa ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikannya bantuan secara sukarela. Terutama pihak pemerintah yang telah mengevakuasi keluarganya.
Suyatno (39), suami Gati menuturkan, ia bersama istri dan kedua anaknya dibawa ke RS Sayang Rakyat pada hari Sabtu (29/9) pukul 19.00 Wita. Saat itu mereka baru saja tiba dari Palu.
”Sebetulnya waktu tiba di Lanud langsung mau ke Jawa. Tapi karena kandungan istri saya sudah sembilan bulan, pihak rumah sakit tidak membiarkan,” tandasnya.
Apalagi, lanjutnya, kondisi istrinya saat tiba di bandara terlihat lemas dan loyo sekali. Makanya disarankan untuk dirawat dulu di rumah sakit ini.
“Saya ada 26 orang sekeluarga yang diterbangkan dari Palu. Alhamdulillah, semua keluarga saya selamat,” tuturnya.
Suyatno mengaku sangat terharu, karena begitu banyak bantuan yang datang silih berganti dari berbagai pihak. Tak hanya logistik, tapi juga pakaian serta uang diterimanya.
Selain itu, ada pula dukungan moril serta semangat dari berbagai pihak. “Terus terang, baju yang kami punya hanya yang di badan saja,” Suyatno dengan nada haru.
Ia mengisahkan, saat gempa terjadi, atap rumahnya yang berada di Jalan Dewi Sartika, Kota Palu langsung miring. Semua dindingnya sudah hancur dan runtuh. Kediamannya itu kini telah ditinggalkannya.
Suyatno bersama istri dan kedua putrinya berencana pulang ke Jawa, karena keluarga besarnya ada di sana. ”Besok (hari ini) rencananya dokter minta (kandungannya) di-USG dulu. Kalau hasilnya diizinkan pulang ke Jawa, saya rencana langsung ke sana. Saya tidak punya keluarga di sini,” imbuhnya.
Salah seorang dokter jaga di RS Sayang Rakyat Femmy Bolang, mengatakan semua pengungsi korban gempa Palu yang dibawa ke tempat ini telah ditangani seluruhnya. ”Masih ada satu pasien perempuan yang tinggal. Dia sedang hamil dan persiapan melahirkan,” ujarnya.
Dia menyebut, ada 18 orang pasien yang sempat ditangani oleh pihak RSUD Sayang Rakyat sejak hari Sabtu. ”Semua sudah semua tertangani secara medis. Ada beberapa yang sudah diambil oleh pihak keluarganya,” ungkapnya.
Dokter Femmy Bolang menuturkan, rerata pasien yang sempat dirawat mengalami taruma berat. Sebagian besar dari mereka memastikan dirinya tidak lagi akan kembali ke Palu.
“Sejauh ini belum ada korban yang mengalami fraktur (patah tulang. Hanya luka ringan, seperti lecet pada bagian tubuh,” tukasnya.

Pengungsi di Asrama Haji

Sebagian warga Palu yang mengungsi ke Makassar kini ditampung sementara di Asrama Haji Sudiang. Terdapat tujuh orang di tempat ini. Mereka terdiri dari tiga kepala keluarga (KK).
Bantuan makanan dan kebutuhan untuk mereka terus mengalir. Ada pula dalam bentuk uang yang diterima.
Wahyu Alwi, Koordinator Tagana Provinsi Sulsel Kompi UIN yang ditemui di lokasi pengungsian, mengatakan bantuan untuk para korban terud berdatangan.
”Untuk saat ini ada tujuh orang pengungsi dari Palu. Informasi yang kami peroleh, masih ada sekitar 200 orang yang akan dievakuasi ke Asrama Haji Sudiang. Kemungkinan pesawatnya tiba bandara sebentar malam (tadi malam),” ujar Wahyu Alwi, kemarin.
Bantuan logistik makanan dan minuman, lanjut Wahyu, sudah ada ratusan dos yang disediakan. Sementara untuk bantuan pakaian, tercatat 70 kantong. ”Cuma mau disortir pakaiannya, untuk anak-anak dan orang dewasa,” tandasnya.
Bagian Informasi Asrama Haji Sudiang Gunawan, mengaku pihaknya sudah menyiapkan ratusan kamar bagi pengungsi asal Palu. “Daya tampung kamar di sini bisa mencapai 1.365 orang,” bebernya.
Kalau pun nantinya terjadi kelebihan jumlah pengungsi, pihaknya siap memberikan tambahan kamar serta tempat tidur cadangan.

Dinsos Sulsel Kirim Logistik

Berdasarkan rapat koordinasi tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), disepakati untuk mengirimkan sejumlah logistik yang dianggap sangat mendesak pada situasi ini.
“Ada beberapa logistik yang akan kita kirimkan, diantaranya tenda gulung, matras, selimut, tenda keluarga, paket makanan dan tentu saja obat-obatan yang disiapkan oleh Dinas Kesehatan,” jelas Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel Ilham A Gazaling, kemarin.
Menurut Ilham, seluruh logistik yang dikumpulkan oleh tiga OPD ini telah dibawa menuju Posko Bencana Lantamal VI Makassar pada Sabtu sore (29/9).
Selain logistik, Pemprov Sulsel juga mengirimkan sejumlah tim relawan yang terdiri dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim medis dari Dinas Kesehatan.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Lantamal VI Makassar, logistik dan tim diberangkatkan menggunakan KRI Makassar, Minggu (30/9).
“Kita sudah berkoordinasi dengan Lantamal VI. Semua logistik yang disiapkan Pemprov Sulsel, termasuk personel akan diberangkatkan menggunakan KRI Makassar yang akan tiba Minggu sore dari Denpasar,” ungkap Ilham.
Sementara, berdasarkan hasil koordinasi dengan kabupaten/kota, saat ini sudah ada tiga kabupaten/kota yang menyatakan kesiapan untuk mengirimkan logistik dan personelnya menuju Palu melalui jalur darat. Yaitu Kota Palopo, Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Luwu Timur.
“Untuk Palopo dan Luwu Timur, sudah berangkat hari ini. Sementara, Toraja Utara akan berangkat besok. Mereka berangkat dengan personel dan membawa serta mobil dapur umum lapangan,” pungkas Ilham.
Sementara itu, untuk memastikan kebutuhan makanan dan pelayanan kesehatan mereka terpenuhi, Pj Sekprov Tautoto Tanaranggina, Kepala BPBD Sulsel Syamsibar, dan Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Sulsel Andi Wahid, meninjau dapur umum dan posko kesehatan di Asrama Haji. “Dari peninjauan persiapan di Asrama Haji, dapur umum sudah siap,” kata Tautoto.
Sementara itu, BPBD Sulsel, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial juga dilibatkan dalam upaya kemanusiaan ini. “BPBD juga dilibatkan untuk pengungsi di sini. Tagana sudah menyiapkan mobil dapurnya. Dari segi logistik, BPBD Sulsel sudah menyiapkan untuk seminggu ke depan untuk terkait makanan dan segala macam,” kata Andi Wahid.
Pemprov Sulsel juga terus mengirimkan bantuan tim dan logistik ke Donggala dan Palu, serta daerah lainnya yang terdampak di Sulawesi Tengah. Baik melalui jalur darat, udara dan laut.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyampaikan rasa berkabung yang amat dalam atas musibah ini. Sebanyak 50 tim khusus untuk para korban, yang dinamainya Relawan Solidaritas Makassar untuk Palu telah dibentuk. Mereka resmi dilepas, Minggu (30/9) usai pelaksanaan Gerakan Makassar Salat Subuh Berjamah (GMSSB) Pemkot Makassar.
“Tim Solidaritas Makassar akan berangkat melalui jalur darat. Kami juga melengkapi mereka dengan 15 unit motor trail untuk membonceng para tim evakuator jika akses sulit. Kami juga ikutsertakan perahu ampu, yang apabila tidak ada lagi jalur darat, maka akan menempuh jalur laut agar bisa secepatnya sampai dan memberi bantuan kepada korban,” terang Danny.
Tim ini sendiri memiliki beberapa tugas. Pertama adalah membantu korban warga Palu yang menjadi korban gempa dan tsunami. Kemudian juga membantu warga Makassar yang ikut menjadi korban di tempat itu.
Selain itu, Danny juga mengirim tim khusus untuk mengevakuasi Asisten 2 Pemkot Makassar Sittiara Kinang, yang juga menjadi korban. Sittiara sedang mewakili pemkot pada Festival Tomoni.
Ia dilaporkan sudah dalam kondisi baik. Saat ini sedang dirawat oleh tim medis dan mengalami sedikit demam karena benturan di kepala. Sebelumnya ia dikabarkan terjebak di Lt. 2 Hotel Mercure saat bencana tsunami melanda.
Danny juga mengajak seluruh warga Makassar, utamanya jajaran Pemkot Makassar terus mendoakan warga Palu dan sekitarnya diberi perlindungan dan keselamatan. Selain itu, pihaknya juga mengirim bantuan logistik berupa, uang yang telah dikumpulkan, biskuit, ikan sarden, perlengkapan wanita, dan berbagai kebutuhan darurat lainya.
(mat-rhm-arf/rus)



×


Ibu Hamil Sembilan Bulan Lolos dari Maut

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar