pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Buka Akses Jalan Alternatif di Kabupaten

MAKASSAR, BKM — Pemprov Sulsel berencana membuka akses jalan alternatif untuk memperpendek rute dan menghubungkan Pangkep, Barru, dan Bone.
Untuk kepentingan itu, Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, didampingi Bupati Bone A Fahsar M Padjalangi, meninjau akses jalan alternatif tersebut.
Peninjauan dilakukan di Desa Mattampawalie, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Kamis (1/11).
Andi Sudirman menginstruksikan kepada seluruh jajarannya agar memprioritaskan pembukaan jalan alternatif penghubung tiga kabupaten, yakni Barru, Bone dan Pangkep. Keberadaan alternatif ini juga membuka jalur bagi desa-desa terpencil, sekaligus alternatif bagi angkutan Sulsel dan Sultra melalui Pelabuhan Bone.
“Saya meminta kepada bupati terkait, khususnya Barru, Bone dan Pangkep, agar bekerjasama untuk membuka akses jalan daerah terisolir menjadi jalan alternatif yang memangkas jalur Bone – Makassar sekitar 50 kilometer, serta meminimalisir jalan yang beresiko selama ini. Seperti Camba yang sering menelan korban,” jelasnya saat dihubungi wartawan di Makassar.
Akses ini, kata Wagub, nantinya menghubungkan jalur Pangkep, Barru dan Bone yang relatif lancar dibanding jalur Maros – Bone melalui Camba.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, bertekad menjadikan Kabupaten Jeneponto, pusat industri garam nasional.
Selain itu, ia juga menyinggung pembangunan Bendungan Kareloe yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air sebagian petani, serta potensi sumber minyak bumi di daerah yang terkenal dengan sebutan Butta Turatea ini.
“Kita punya banyak keunggulan seperti garam. Bahkan kemarin kita sudah rumuskan bersama dengan Pak Bupati, mendorong percepatan pembangunan. Kita rumuskan ingin jadikan pusat industri garam nasional Jeneponto ini,” kata Nurdin Abdullah.
Selanjutnya, Ia berharap Bendungan Karaloe penyelesaiannya dapat tepat waktu. Hal ini agar bisa mengairi daerah persawahan/pertanian dan memenuhi kebutuhan air warga.
“Ini juga mudah-mudahan bisa mengairi area persawahan petani Jeneponto. Saya juga sudah perintahkan Kepala Balai untuk datang lagi ke Jeneponto, apakah ada lagi untuk mencari sumber-sumber air lagi dan membuat bendungan skala kecil, karena Karaloe belum bisa mengaliri semua Jeneponto,” sebutnya.
Saat ini, lanjut Nurdin Abdullah, Jeneponto juga telah mengalami kemajuan dibawah kepemimpinan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar. Diantaranya, hadirnya pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo 1 yang terletak di Desa Kalumpang Loe, Kecamatan Arungkeke, desa yang dikunjungi NA kali ini.
“Jeneponto ini, selama Karaeng Ninra (Iksan Iskandar) menjadi bupati, Jeneponto sudah mulai muncul keunggulannya,” pujinya.
Pada kunjungan ini, Iksan Iskandar menjelaskan kepada Nurdin Abdullah bahwa beberapa waktu lalu, Kementerian ESDM bersama Pertamina menyalurkan hibah konverter kit gratis untuk nelayan di Jeneponto. Dan dalam waktu dekat, Wakil Menteri ESDM akan melakukan pinjauan langsung ke sumur minyak di Kecamatan Tamalatea dan Kecamatan Bangkala.
Diketahui, sebelumnya Menteri (ESDM) Ignasius, Rabu, 9 Mei 2018, meresmikan 15 Sumur Bor dan 21 Pembangkit Listrik Tenaga Energi Baru Terbarukan (EBT) se Sulawesi Selatan, yang dipusatkan di Desa Batujala, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan. (rhm)



×


Buka Akses Jalan Alternatif di Kabupaten

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar