pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Awasi Anak-anak Mencoret Dinding dan Berenang di Kolam

MAPPATURUNG saat ini tinggal di Jalan Syech Yusuf bersama istri dan seorang anaknya. Letak tempat tinggalnya yang cukup jauh dari Monumen Mandala tak menjadi halangannya untuk terus mengabdi menjaga bangunan bersejarah ini.

Laporan: NUGROHO

Tiap pagi, Mappaturung sudah harus memanaskan motornya untuk segera menuju Monumen Mandala. Karena setiap pukul 07.30, dirinya harus telah siap di monumen tersebut.
Tiap tiba, ia selalu mengontrol terlebih dahulu kebersihan di area monumen. Tak satupun ia lewatkan, selalu ia tekankan kepada para tenaga kebersihannya untuk tak melewatkan satupun sampah yang ada di sana.
Selain kebersihan, tiap paginya ia juga selalu berkoordinasi dengan tenaga keamanan untuk menanyakan apakah terjadi sesuatu saat malam harinya atau tidak. Jika diketahui terjadi sesuatu terkait keamanan di area monumen saat malam harinya, Mappaturung langsung cepat menindaklanjuti.
“Biasa kalau malam disini kan ada orang yang biasa masuk diam-diam. Walaupun sampai saat ini tidak ada barang yang dia rusak, tapi itu kan juga cukup meresahkan. Jadi kalau ada seperti itu, biasa saya tanya-tanya semua orang disekitar sini, siapa dia. Kalau didapat, kita akan ingatkan dia untuk tidak melakukan lagi,” ucap Mappaturung.
Banyak pengalaman menarik lain yang juga selalu Mappaturung alami. Seperti halnya anak-anak kecil yang juga biasa datang ke monumen, hanya untuk berenang di kolam yang ada di sekitar monumen. Padahal, dengan tegas Mappaturung mengatakan, kolam itu bukanlah digunakan untuk berenang.
“Itu anak-anak kecil biasa datang mandi-mandi di sini, padahal ini kolam ndak boleh turun orang di situ. Kalau saya liat ki, saya tegur, lari mi itu. Tapi lucunya, sambil lari, na bicarai kotor ki. Itu mi antara jengkel k sama mau k ketawa, karena anak kecil ini kasih begitu ki,” ucapnya sambil sedikit tertawa.
Namun Mappaturung mengatakan, tidak pernah sama sekali melihat hal-hal mistis dimana kejadian mistis biasa terjadi di tempat sejarah. Hanya saja, beberapa tenaga kebersihan dan tenaga keamanannya lah yang biasa melihat hal itu.
“Yang lain ji yang pernah liat, katanya pernah liat banyak orang jubah putih yang lagi shalat. Pernah juga di sekitar monumen, dia liat banyak orang cebol. Tapi saya sampai sekarang Alhamdulillah ndak pernah liat, dan mudah-mudahan ndak pernah selamanya,” tambahnya.
Pada akhirnya ketika sore tiba, waktunya Mappaturung untuk pulang dan bertemu keluarganya. Sekitar pukul 18.00 Wita, dirinya baru bisa pulang dari tugasnya.
Mappaturung pun tidak berharap banyak dengan kehidupannya kedepan. Ia hanya ingin mengabdi sampai tak mampu lagi mengabdi. Baginya, dimanapun ia akan ditugaskan, ia akan selalu siap. Walaupun itu harus menjaga monumen Mandala selamanya.
Pria asli Makassar yang sudah 19 tahun menjaga monumen adalah seorang pegawai negeri sipil dari Dinas Pariwisata Provinsi Sulsel. Ia mengatakan, dirinya memang sengaja ditunjuk untuk menjaga monumen ini. Ia tidak keberatan walaupun tak memiliki libur. Bahkan dikatakannya, sangat senang setiap hari menjaga monumen ini.
“Saya ndak punya libur. Sabtu dan minggu tetap masuk. Tapi ini mi yang namanya cinta sama pekerjaan, biarpun begitu, senang ji ki kerja,” kata Mappaturung.
Ada beberapa tanggung jawab yang harus dikerjakannya. Selain terus mengawasi daerah sekitar monumen, dirinya juga mengoordinir beberapa tenaga kebersihan yang ditugaskan di area monumen. Selain itu, dirinya juga harus mengoordinir pula para petugas keamanan.
Setidaknya ada tiga petugas kebersihan dan tiga petugas keamanan yang ia koordinir. Semuanya ia awasi untuk selalu menjaga keindahan dan kenyamanan Monumen Mandala.
Pasalnya, beberapa tangan jail kerap ingin mengotori bangunan ikonik ini. Mappaturung mengatakan, khususnya anak-anak sekolah yang kerap sekali ingin mencoret-coret beberapa bagian dinding monumen.(nug/b)



×


Awasi Anak-anak Mencoret Dinding dan Berenang di Kolam

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar