pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kuliah Sambil Berjualan Perlengkapan MABA

SETIAP orang punya jalan menuju sebuah keberhasilannya, tergantung bagaimana peluang dan usaha itu ia kejar. Bahkan harus mengorbankan keringat dan tenaga untuk mencapai keberhasilan tersebut. Seperti yang dilalui Muhammad Syuaib.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Pria yang terbilang masih muda berusia 25 tahun ini ternyata telah memiliki toko baju bernama ‘Panrita Clothing Store’. Usaha tersebut mulai ia rintis dan dirikan sejak 2014.
Alhasil, saat ini usahanya telah menjadi magnet bagi para kaum remaja yang ingin tampil keren. Syuaib sapaan akrabnya, bercerita ke penulis bagaimana perjuangannya menjadi seorang pengusaha muda yang terbilang cukup sulit.
Apalagi harus meraih julukan tersebut untuk mantan mahasiswa yang menyelesaikan kuliahnya selama 11 semester.
“Saya pernah membuang buang waktu selama 11 semester di salah satu kampus negeri tempat saya mengabdi. Saat itu saya hanya berfikir bagaimana saya bisa makan untuk hari ini. Saat penerimaan mahasiswa baru (maba), saya terfikir untuk menjual sesuatu ke maba,” ungkapnya saat ditemui disela-sela kesibukannya, Sabtu (1/12).
Dengan meminjam modal di keluarga, Syuaib pria kelahiran Gowa 10 Februari 1993 ini hanya mampu menjual perlengkapan maba saat itu. Keuntungannya sebanyak Rp600 ribu rupiah. Dengan modal tersebut, Syuaib mencoba membuat usaha lain. Beberapa waktu kemudian, Syuaib mendapat rejeki dengan menerima orderan besar dari Organisasi Farmasi Indonesia sebanyak 600 lembar baju dengan keuntungan kurang lebih sebanyak Rp15 juta.
“Hingga pada akhirnya saya ke tempat sablon teman, di situ saya belajar sablon baju dengan modal Rp600 ribu. Sedikit demi sedikit orderan datang, saat itu saya masih berhutang ke teman teman sebanyak Rp200 ribu, pinjam lagi Rp300 ribu dan begitu seterusnya hingga saya dapat lunasi,” jelasnya.
Saat itu, Syuaib mengaku kehidupannya berubah sedikit demi sedikit hingga dapat membuka fikirannya untuk membuat usaha sendiri. Hingga saat ini, Panrita Store miliknya mampu menyaingi beberapa clothing store besar yang ada di kota Makassar. Dia membeberkan, keuntungan yang ia peroleh setiap bulannya juga tak sedikit.
“Saya mulai kontrak rumah dan membuka toko Panrita ini. Saya punya dua orang karyawan. Di luar dari gaji mereka alhamdulillah saya mendapat keuntungan sekira Rp8 hingga Rp9 juta bersih setiap bulannya,” bebernya.
Selain itu, kisah dibalik nama usahanya toko baju yang ia rintis tersebut diberi nama ‘Panrita’ adalah sebuah do’a. Dengan nama tersebut banyak para pelanggan yang mengira dirinya adalah orang Bulukumba.
“Mungkin karena nama toko saya Panrita Store padahal saya orang Pattalassang Gowa. Panrita itukan artinya orang yang ahli atau orang yang pintar dan saya juga mau dijuluki seperti itu,” ujarnya.
Tak hanya pembuat baju Syuaib, juga mengaku apapun dirinya akan lakukan sebab dirinya juga mau menjadi orang yang ahli di segala bidang. “Itu salah satu cita cita saya. Menjadi seorang panrita. Makanya, semoga dengan diberikannya nama Panrita, toko saya mampu mendapatkan kepercayaan dari orang orang bahwa tempat penjual dan pembuat baju ahli ya hanya di Panrita Clothing Store,” tuturnya. (ita)



×


Kuliah Sambil Berjualan Perlengkapan MABA

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar