MAKASSAR, BKM — Pada awal kepemimpinannya, Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman fokus pada pembangunan infrastruktur. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang digelontorkan hingga mencapai angka Rp1 triliun.
Duit itu untuk melaksanakan proyek strategis. Tahun 2019 mendatang, pemprov akan fokus mengerjakan 13 proyek.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Jufri Rahman, mengatakan proyek infrastruktur prioritas tahun depan akan dipacu untuk menopang target pertumbuhan ekonomi cukup banyak. Seperti proyek jalan Bypass Mamminasata. Kemudian rumah sakit regional, rest area, pedestrian, dan sejumlah pembangunan jalan untuk daerah terisolir.
“Lalu empat proyek bendung dan bendungan yakni Pamukkulu, Baliase, Kareloe dan Passeloreng. Kemudian ada revitalisasi Danau Tempe. Terakhir proyek transportasi, bandara Buntu Kunik sama Bandara Bua. Kereta api juga dalam proses,” beber Jufri, Selasa (4/12).
Kata dia, untuk menggenjot proyek infrastruktur ini pihaknya akan melakukan pemetaan. Khususnya terkait ketersediaan lahan. Kesiapan lahan bebas sengketa tentu akan mempermudah pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur.
“Lahan jadi prioritas. Kelancaran proyek infrastruktur ini penting karena ada penyerapan tenaga kerja. Penyerapan anggaran sehingga bisa memacu daya beli masyarakat,” ujarnya.
Pemprov optimis pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa mencapai 7,6 persen. Bank Indonesia sebelumnya juga memproyeksi ekonomi Sulsel maksimal tumbuh 7,6 persen.
Jufri Rahman mengatakan, tahun ini pemprov optimistis pertumbuhan ekonomi Sulsel bakal ditutup di kisaran 7,2 persen. Sehingga tahun depan, trennya diyakini akan meningkat menjadi 7,6 persen.
“Ini proyeksi kami ya. Tahun depan bakal lebih cerah. Dengan bertumpu pada sektor utama seperti infrastruktur, agrobisnis, industri pengolahan dan perdagangan,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, pemprov juga akan berupaya menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Salah satunya lewat pengembangan sektor pariwisata dan pelayanan jasa kesehatan. Kata dia, kunjungan wisatawan asing yang terus meningkat jadi acuan.
“Infrastruktur kesehatan yang lengkap di KTI juga modal. Selain, upaya hilirisasi produk terus dilakukan. Dan ada sejumlah titik wisata akan dibenahi,” bebernya.
Ia menambahkan, pihaknya juga terus mendorong industri yang masih potensial dikembangkan di Sulsel. Seperti industri teknologi rendah menengah berbasis pertanian, dan industri padat modal yang mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. Seperti industri kopi, induistri kakao, industri udang, dan ikan serta rumput laut. Termasuk industri tekstil.
“Sulsel juga akan didorong menjadi pusat Indonesia timur menjadi pusat logistik dan trading. Membangun uncold storage modern untuk alternatif menyaingi kota tuna, General Santos di Filipina,” tutupnya. (rhm/rus)
13 Proyek Infrastruktur Prioritas Tahun Depan
×

