MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan gencar merevitalisasi ribuan koperasi yang tak aktif. Ada sekira 3.500 koperasi di Sulsel yang masih bermasalah.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel. Malik Faisal mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan koperasi yang beroperasi di Sulsel dengan lebih ketat. Kata Malik, saat ini di Sulsel ada sekira 8.600 koperasi yang tercatat.
“Dari data ini hanya ada 5.100 koperasi yang aktif menjalankan usahanya. Berarti ada 3.500 koperasi yang bermasalah,” ungkapnya, Rabu (5/12).
Malik menambahkan dari 3.500 koperasi yang tak aktif, pihak Kementerian Koperasi dan UKM sudah menonaktifkan sebanyak 500 koperasi. Jumlah koperasi yang dibubarkan ini dinilai fiktif karena sudah tidak sehat.
“Kami mengusulkan 1.311 untuk dinonaktifkan hingga per Oktober. Namun yang disetujui baru 500. Sisanya masih dalam proses. Ini yang terus kami pantau. Koperasi bermasalah ini masih diberi toleransi untuk membuktikan keaktifannya,” bebernya.
Keberadaan koperasi yang terancam dibubarkan ini akan dievaluasi. Seperti masih mengadakan rapat anggota tahunan (RAT) minimal tiga kali setahun, usaha masih berjalan. Serta para anggotanya masih aktif. Ini yang harus diperhatikan oleh calon anggota sebelum bergabung masuk di koperasi.
“Termasuk memperhatikan status badan hukumnya. Sosialisasi terus dilakukan agar koperasi di Sulsel sehat. Apalagi Sulsel sudah dinilai sebagai salah satu daerah percontohan pengembangan koperasi,” ujarnya.
Ia menambahkan koperasi saat ini tidak sesuai harapan. Seharusnya koperasi itu dapat mensejahterakan anggotanya, tapi malah menjadi keuntungan dari anggora koperasi. “Seperti yang pernah ditemukan koperasi bodong.
Maka dari itu, Dinas Koperasi Sulsel mulai tahun depan akan menyiapkan koperasi yang bisa bersaing dengan perusahaan besar. Termasuk pemberdayaan agar tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam. Tetapi juga menghasilkan produk.
“Bahkan bisa ekspor impor. Tidak hanya mengandalkan produk lokal nantinya,” tutupnya. (rhm)
500 Koperasi di Sulsel Ditutup
×

