MAKASSAR, BKM–Penyebaran hoaks atau informasi bohong makin merajalela. Hampir setiap hari, hoaks berselancar di media sosial. Parahnya, sebagian besar warga terutama pengguna internet belum bisa membedakan informasi hoaks dan bukan hoaks. Padahal hoaks sangat rawan menimbulkan kegaduhan bahkan konflik sosial.
Untuk memberantas penyebaran hoaks, Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mapindo) Makassar bersama sejumlah elemen mendeklarasikan gerakan menolak hoaks di kawasan car free day depan Monumen Mandala Makassar, Minggu (13/1). Deklarasi dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat. Di antaranya Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto, anggota KPU Sulsel, Faisal Amir, anggota KPU Makassar, Gunawan Mashar dan sejumlah pejabat lainnya.
Beberapa praktisi media dan akademisi ikut hadir dalam acara itu. Mereka antara lain Muannas dari Celebes Media, Fachruddin Palapa dari Berita Kota Makassar, dan dosen komunikasi UIN Alauddin Makassar, Andi Fadli.
Para pejabat dan tokoh yang hadir membubuhkan tanda tangannya pada selembar kain sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan menolak hoaks. Sejumlah pengunjung kawasan car free day juga ikut serta mendukung program ini dengan ikut bertanda tangan.
Koordinator Mafindo Makassar, Arnida Kanata mengatakan Mafinfo hadir memang untuk membantu masyarakat mengecek dan memverifikasi berita hoaks. Di Makassar, lembaga ini sudah terbentuk sejak dua tahun lalu dan aktif mengampanyekan gerakan antihoaks.
“Tentu dukungan dan partisipasi semua pihak senantiasa dibutuhkan dalam upaya bersama memberantas hoaks di republik ini. Kita ingin Indonesia damai tanpa hoaks, ” kata dosen Universitas Negeri Makassar itu.
Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengapresiasi kegiatan Mafindo. Ia mengatakan gerakan menolak hoaks memang harus menjadi gerakan massal. Masyarakat harus serentak menolak informasi bohong terutama yang cenderung dan berpeluang memecah belah bangsa. Minimal, kata Deng Ical, masyarakat tidak ikut menyebar informasi yang tidak jelas kebenarannya dan mengecek kebenaran setiap informasi yang diterimanya. (*)
Melawan Hoaks dari Monumen Mandala
×

