MAKASSAR, BKM — Harga kios dalam Gedung New Makassar Mall (NMM) yang dirasakan tinggi menjadi alasan bagi pedagang menolak relokasi. Justru pedagang cenderung lebih senang berjualan di lapak atau kios semi permanen di Jalan Hos Cokroaminoto, kawasan gedung NMM sebelah barat.
Dari hasil pantauan wartawan BKM, kemarin, di luar gedung NMM sebelah barat, lapak kayu miliki pedagang pakaian serta aksesoris masih berdiri kokoh. Pedagang nampak tenang melayani pengunjung yang datang baik sekadar tanya harga sampai membeli barang.
Sementara itu, di ujung Jalan Hos Cokroaminoto pertemuan persimpangan Jalan Tembusan Nusakambangan, terdapat konstruksi lapak atau kios baru.
Kios baru yang sekarang masih dalam tahap konstruksi menggunakan besi baja. Dan besi-besi baja terpancang berbentuk petak-petak. Ada sekitar empat petak yang nampak jelas. Masing-masing petak berukuran lebar 2,5 meter. Hanya saja, dokumentasi berupa foto konstruksi kios dihapus oleh oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) yang membekap pedagang disana.
Kendati demikian, salah seorang ketua dari ormas Laskar 99 Bawakaraeng, Syarif Alfata Karaeng Naba ke penulis menepis jika lapak atau kios baru yang berdiri semuanya dikomersilkan. Kios baru yang masih tahap konstuksi itu akan diberikan secara gratis kepada pedagang lama dan yang belum mendapatkan tempat.
“Ini kios dibangun untuk pedagang lama yang sampai kini belum mendapat tempat jualan. Kami tidak sewakan atau komersilkan. Kios ini akan diberikan secara gratis,” ulang Karaeng Naba usai menyaksikan penghapusan gambar-gambar kios yang dilakukan seorang anggotanya kepada BKM.
Menurut Naba, masalah yang paling mendasar bagi para pedagang yang berjualan di Jalan Hos Cokroaminoto ada pada harga kios dalam gedung. Di mana harga kios serta lapak sangat mahal dan mencekik pedagang, sangat tak sebanding jika melihat keuntungan dari pedagang yang ada.
“Pedagang meminta harga Rp42 juta, baru kemudian dia masuk. Sekarang harganya masih mahal. Tentu membuat pedagang menolak masuk dan memilih menempati kios di kawasan jalan ini. Saya disini untuk membela pedagang,” tegasnya.
Seharusnya tambah Naba, pemerintah kota segera turun membantu pedagang dan menyelesaikan persoalan harga yang meresahkan pedagang. Pemerintah Kota Makassar harus fasilitasi kepentingan pedagang yang hidup dari jualan.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto berjanji akan menuntaskan persoalan Pasar Sentral usai pemilu. “Tunggu kita tuntaskan setelah pemilu,” singkat Danny sapaan akrab wali kota.(arf)
Lapak di Sekitar Sentral Masih Kokoh Berdiri
×

