pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tambah Rezeki Dengan Berjualan Kalender Masjid

SETIAP HARI Udhin memberikan nomor penitipan sendal dan sepatu. Bahkan tak segan-segan Udhin memberi nomor titipan sendal dan sepatu oleh ulama dan pejabat sekitar masjid Nurul Baried.

Laporan: JUNI SEWANG

Apalgi, masjid tersebut dikelilingi oleh perkantoran pemerintahan dan perkantoran perbankan. Olehnya itu, berkah dan rezeki selalu saja ada selama menjalani profesi sebagai penjaga sandal.
Enam tahun bukanlah waktu yang sebentar. Manis pahitnya keseharian telah dilalui Udhin dengan penuh kesabaran. Apalagi, tak ada tarif yang menentukan untuk pengunjung membayar jasanya. “Terserah. Disini sistemnya sukarela. Seikhlasnya pengunjung saja berapa mau memberi,” tuturnya Udhin.
Dalam konteks ekonomi yang pas-pasan. Udhin yang kesehariannya bekerja sebagai pengurus masjid dan istrinya yang setiap hari berkecimpung dengan pekerjaan rumah tangga. Untuk mencukupi hidupnya, Udhin kadangkala berjualan kalender di pelataran masjid.
“Setiap tahunnya, masjid selalu mengeluarkan kalender. Nah, sembari membantu bersihkan mesjid, biasanya ada teman yang menitipkan kalender untuk dijual di stand sandal masjid. Hasilnya, cukuplah untuk tambahan uang saku. Disamping itu, apa yang dilakukan juga menjadi amal jariyah untuk kemaslahatan masjid, dan hukum Islam dilarang meminta,” jelasnya kepada penulis.
Kemarin, Udhin tampak pontang-panting menerima sendal dan sepatu milik puluhan jamaah. Saat ditemui penulis ia tampak sibuk mengambil sepatu jamaah yang dititipkan padanya.
Hal ini bisa dipahami. Pasalnya, di bulan ramadan ini adalah pertanda rezeki datang menghampirinya.
Udhin adalah salah satu penjaga penitipan sepatu yang sehari-harinya mengandalkan uluran rezeki dari jamaah. Tanpa mematok tarif, biasanya jamaah memberinya Rp 2.000 sebagai upah atas balas jasa penitipan sepatu.
Sambil menyusun dan merapikan sendal dan sepatu jamaah, Udhin mengaku amanah yang diberikan oleh penurus masjid harus tetap dijaga dengan baik.
Bahkan di balik pekerjaan yang dinilai sepele, terdapat tanggungjawab yang besar. Tak pernah terpikirkan di benaknya untuk memiliki apa yang orang-orang titipkan. Ia mengaku telah bertahun tahun menekuni profesi. Keberadaan dirinya, tidak lagi menjadi kekhawatiran jamaah akan sendal dan sepatunya hilang.
“Sejak 2013. Dulu itu, masjid belum sebagus sekarang. Masih bangunan yang tidak memiliki kamar mandi,” katanya sembari mengepel lantai masjid disela sela pekerjaannya sebagai penyusun sepatu ke dalam rak kayu.
Bulan Ramadan tak menjadi ladang amal baginya. Tanggungjawab adalah prinsip utamanya.
“Pekerjaan yang santai namun serius. Apa saja yang pengunjung titipkan disini itu amanah. Tidak hanya berupa sandal. Ada juga yang menitipkan tas dan bawaan lainnya,” ujar Udhin.
Menurutnya, kurang lebih 6 tahun menjadi seorang penjaga sandal adalah hal yang menyenangkan.
“Kalau saya tinggalkan rumah di Daya jam 08.00 pagi, naik angkot sampai disini jam 09.00 pagi. Setibanya di masjid langsung bersih bersih masjid, rapikan masjid,” jelas Udhin.
Disinggung mengenai gaji, Ia mengaku tak seberapa. Pengelola masjid memberi Rp100 ribu/ hari Jumat.
“Untuk urus masjid, digaji per Jumat itu Rp100 ribu, untuk pekerja penjaga sandal, se ikhlasnya, kalau sedang ramai, mungkin sehari dapat sekitar Rp20.000,” tuturnya.
Dalam sehari biasa saja kurang dari Rp10.000. “Paling Ramai di Bulan Ramadan. Karena jaga sampai malam. Juga di sepuluh malam terkahir. Karena orang-orang berdatangan untuk beribadah malam hingga sahur menjelang,” cerita Udhin.
Sepanjang kariernya sebagai penjaga sandal yang sudah bertahun tahun. Tak pelak, banyak sekali peristiwa yang membuat iris hatinya.
“Waktu itu malam hari. Ketika mengambil sandal titipan, seorang pengunjung mesjid mengaku tertukar. Saya dimarahi dan dicaci-maki dan kena marah oleh pengurus masjid juga,” tuturnya seraya mengingat.
Kebanyakannya, kata Udhin, orang yang mengaku kehilangan atau sandalnya tertukar pastilah sandal baru. “Entah mengapa, pasti saja pemilik mengungkapkan kalau sandalnya yang hilang atau tertukar pasti sandal baru,” ucapnya.(*)



×


Tambah Rezeki Dengan Berjualan Kalender Masjid

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar