MAKASSAR, BKM– Sejak dibuka Senin (9/6) lalu, Pendaftar seleksi penerimaan mahasiswa baru Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar untuk tahun akademik 2019-2020 terus bertambah. Bahkan hingga Rabu (12/6) sudah banyak yang mengakses portal pendaftaran.
Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Hasanuddin, Prof Muh Restu, MP, pendaftaran SBMPTN yang sudah dibuka sejak senin terus bertambah. Hanya saja, pihak panitia mengingatkan para calon mahasiswa yang akan mendaftar tidak perlu tergesa-gesa, karena diakses secara nasional mungkin website akan sulit dibuka.
“Sejauh ini pendaftar terus meningkat, masih tentatif. Peserta SBMPN tidak perlu khawatir. Apalagi sekarang sulit mengakses, karena semua penjuru banyak yang membuka,” ungkapnya, Rabu (12/6).
Olehnya itu, Restu mengimbau agar calon mahasisa baru terlebih dahulu mempersiapkan pilihan dan memenuhi syarat dan ketentuan untuk mendaftar agar bisa lolos. “Tidak perlu panik atau buru-buru mendaftar. Sebab pendaftaran masih panjang sekitar dua minggu lagi,” tuturnya.
menanggapi kemungkinan sulitnya akses website di awal pendaftaran. Ia menegaskan pendaftar yang sudah mendaftar duluan tidak berarti akan mendapat prioritas. Pasalnya, pendaftaran tidak mengenal kuota jadi walalupun daftarnya paling akhir di program studi tertentu tetap bisa masuk.
“Hingga pukul 08.00 Wita, jumlah pendaftar telah mencapai 2.847 orang rekapitulasi nilai UTBK juga sudah dikeluarkan sebagai acuan pendaftar untuk melihat posisi nilai UTBKnya secara nasional, menyadari posisi nilainya juga akan membantu memperkirakan prodi dengan keketatan tertentu yang bisa dipilih pendaftar, ” ujarnya.
Pada 2018 lalu Unhas ada tiga cluster program studi (prodi) berdasarkan grade nilai yang diterima, baik Soshum maupun Saintek yaitu untuk bisa lolos prodicluster A nilai minimal 725, cluster B nilai minimal 625, dan cluster C nilai minimal 575.
Beberapa contoh cluster A diantaranya Prodi Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi dan Sistem Informasi. Sedangkan beberapa contoh cluster B diantaranya Ilmu Ekonomi, Ilmu Politik, Kimia, Fisika. Terakhir cluster C diantaranya Antropologi dan Ilmu Sejarah.
“Tahun 2019 ini, kemungkinan ada geseran di masing-masing program studi. Namun, angka tersebut bisa menjadi acuan peserta yang akan mendaftar SBMPTN tahun ini, ” ucapnya.
Semua peserta yang mendaftar SBMPTN, dikatakannya akan diranking secara nasional, dan ranking tertinggi pasti akan diambil sesuai kuota masing-masing program studi. (ita)
Unhas Imbau Calon Maba Tidak Panik
×

