pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ganti Pamannya Berjualan Sepulang Sekolah

BELUM juga menginjak Agustus, suasana hari kemerdekaan sudah terasa. Berbagai penjual pernak-pernik 17-an telah bertebaran di jalanan Makassar. Tak terkecuali penjual bendera.

Laporan: NUGROHO

Terik siang kemarin, penulis melintas di Jalan Dr Ratulangi Makassar. Tak jauh dari perempatan Jalan Dr Ratulangi dan Jalan Landak Lama, telah ada berjejer beberapa penjual bendera merah putih. Salah satunya pun coba diwawancara penulis.
Tampak dua pemuda sedang duduk rapi di tempat jualannya saat ditemui. Mereka sedang asik bercanda sambil membicarakan bagaimana strategi yang tepat supaya benderanya laku.
Pemuda penjual bendera itu bernama Fikri Aprisal dan Emma. Mereka adalah pemuda yang saat ini masih mengenyam bangku pendudikan di SMA.
Kemarin, ternyata adalah hari pertama mereka berjualan bendera. Namun Fikri sendiri mengatakan kalau dirinya sudah sering menjual bendera di tahun-tahun sebelumnya.
Fikri yang saat ini bersekolah di SMA Cokroaminoto Makassar mengatakan baru saja membuka jualannya. Bahkan saat penulis menemui, ia mengaku belum ada satupun jualannya yang terjual.
“Saya sekolah tadi pagi, pulang sekolah saya langsung ke sini buka jualan. Sekarang belum ada pi yang beli. Mungkin nanti sore,” katanya.
Sementara Emma adalah teman Fikri. Emma sendiri belum cukup pengalaman menjual bendera karena ini adalah hari pertamanya. Jadi Fikri lah yang paling cukup tahu akan pengalaman menjual bendera.
Fikri mengatakan, biasa ia menjual bendera bersama pamannya. Namun karena pamannya saat ini sedang sakit, maka ia berjualan dengan dibantu oleh tamannya ini.
Bersama pamannya, Fikri telah lama menggeluti pekerjaan ini. Fikri mengatakan, sejak dirinya masih duduk di SD, ia sudah ikut bersama pemannya berjualan. Hal ini tentu ia lakukan guna bisa mengumpulkan uang membantu orang tuanya.
Jika lagi tidak bersekolah, Fikri bahkan menghabiskan harinya di tempat jualannya tersebut. Sejak pukul 07.00 pagi ia sudah membuka tempat jualannya dan siap berjualan. Nanti hingga pukul 17.00 sore, barulah ia menutup tempatnya.
“Tiap tahun memang selalu saja ada yang beli. Kadang perorangan, kadang juga ada orang dari kantor (dari instansi) yang beli. Tapi kadang dalam sehari juga ndakda yang beli. Jadi untung-untungan ki,” ucap pria 17 tahun ini.
Sementara bendera yang dijualnya cukup beragam. Ada yang dimensinya kecil, hingga ada yang panjangnya mencapai 10 meter.
Harganya juga bervariasi. Mulai Rp40 ribu, Rp45 ribu, Rp50 ribu, Rp300 ribu, hingga Rp400 ribu. Tergantung ukuran bendera yang dimaksud.
“Kalau bendera yang biasa yang di pajang depan rumah, itu Rp40 ribu ji. Kalau yang 10 meter itu Rp400 ribu harganya,”ungkapnya.(b)



×


Ganti Pamannya Berjualan Sepulang Sekolah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar