MAKASSAR, BKM — Pembangunan bak penampungan air hujan (aquapond) di halaman kantor gubernur Sulsel terus dipacu. Progresnya cukup menggemberikan. Bahkan melebihi target yang diharapkan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang, Andi Dharmawan Bintang mengatakan, secara umum, pembangunan fisik kolam retensi tersebut sudah selesai keseluruhannya.
Yang saat ini sementara digenjot pekerjaannya adalah pemasangan saluran yang akan mengalirkan air dari drainase sepanjang jalan Urip Sumiharjo depan kantor gubernur masuk ke dalam aquapond.
“Presentase progres pekerjaan saat ini berada dikisaran 80 persen,” jelas lelaki yang akrab disapa Andi Wawan itu.
Selain drainase, katanya, juga sementara dilakukan pemasangan sensor pendeteksi level air dan curah hujan.
“Pemasangan alat-alat tersebut butuh kehati-hatian. Kita melihat, dari progres yang tercapai, proyek ini bisa rampung lebih cepat dari yang diperkirakan,” kata mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel itu.
Lebih jauh dia mengemukakan, jika pemasangan sensor dan pompa bisa rampung minggu ini, maka pekan depan sudah bisa dilakukan simulasi untuk mengetahui dimana hambatan-hambatannya agar bisa diperbaiki.
“Simulasi dilakukan untuk mencari titik rawan rusak agar bisa dikoreksi,” tambahnya.
Sementara itu, Ibrahim Jamaluddin, staf ahli JICA Bidang Pengembangan Infrastruktur menjelaskan sensor level air yang dipasang nantinya akan mendeteksi hujan setuap 10 menit dan mengabadikan foto kondisi di sekitar aquapond per lima menit.
Alat sensor itu secara khusus didatangkan dari Jepang dengan harga per unitnya sekitar Rp65 juta.
“Jadi sensor itu nantinya akan mengirimkan data terus menerus ke sistem yang terpasang. Dari layar monitor perkembangan kondisi hujan bisa terpantau secara up date. Jadi bisa juga sebagai early warning system,” ungkapnya.
Ibrahmi melanjutkan, sensor ini untuk pertama kalinya dipasang di Sulsel. Namun di Indonesia sudah ada sekitar 300-an yang tersebar di berbagai provinsi.
Secara khusus, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan aquapond, Selasa (30/7), lalu. Dia didamping Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii.(rhm)
Aquapond Dipasangi Sensor Level Air
×

