pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Keluhkan Lima Bulan Air tak Mengalir

SELAMA kemarau ini, Distribusi air dari Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar tidak maksimal menjangkau para pelanggan. Utamanya yang bermukim di wilayah utara dan timur Makassar.
Salah satunya, dialami warga yang bermukim di Jalan Barukang.
Sudah lima bulan warga di sana mengalami krisis air. Untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokok itu, mereka terpaksa membeli air bersih yang ditawarkan melalui gerobak. Ada juga yang membawa jerigen menggunakan motor atau mobil untuk membeli air di sumbernya.
Salah satu warga, Hj Hajrah mengatakan terpaksa harus merogoh kocek cukup dalam untuk membeli air setiap hari. Apalagi, dia punya usaha rumah makan yang butuh air cukup banyak.
Dalam sehari, dia bisa membeli 15-20 jerigen air bersih untuk kebutuhan makan minum. Satu jerigen harganya Rp1000. Sehingga dalam sebulan, dirinya harus mengeluarkan uang Rp1450 ribu hingga Rp600.000. Angka itu jauh membengkak dibanding jika dirinya menggunakan air PDAM yang mengalir ke rumahnya.
“Kalau air PDAM mengalir normal, rata-rata saya bayar sekitar Rp250 ribu hingga Rp300 ribu ji sebulan,” ungkapnya.
Selain untuk keperluan konsumsi, Hj Hajrah juga terpaksa membeli air yang diambil dari sumur bor tetangga untuk keperluan mencuci dan bersih-bersih.
Dia harus membayar uang listrik karena pompa yang digunakan sumur bor tersebut menggunakan listrik tetangganya. Sebuah selang panjang disambungkan dari sumur bor ke rumah Hj Hajrah. Bak kamar mandi dan beberapa wadah besar digunakan untuk menampung air.
Dia harus membayar uang listrik sebesar Rp6000 jika mengalirkan air selama satu jam.
Kondisi tersebut tidak hanya dialami Hj Hajrah dan keluarganya. Namun seluruh warga di Barukang.
Menanggapi persoalan kurangnya pasokan air bersih di beberapa kecamatan wilayah Kota Makassar selama lima bulan terakhir, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi selatan bersama dengan Ketua TP PKK Kota Makassar dan PDAM Kota Makassar, mengunjungi tiga titik kelurahan di Kecamatan Ujung Tanah untuk memberikan bantuan air bersih kepada warga sekitar, Sabtu (5/10).
Dimulai dari titik pertama di Kelurahan Gusung, Lies F. Nurdin selaku Ketua TP PKK Sulsel beserta rombongan turun langsung melihat kondisi masyarakat di wilayah tersebut yang kekurangan pasokan air bersih. Kedatangannya disambut dengan antusias warga.
“Kita tahu di mana-mana sedang kekeringan. Jadi hari ini PDAM membawa 30 mobil tangki air secara khusus untuk membantu warga di kecamatan sini yang kekurangan air,” ungkap Lies.
Di Kota Makassar sendiri terdapat sembilan kecamatan yang mengalami kekeringan. Empat di antaranya merupakan kecamatan terparah yang mengalami kekeringan, yaitu Kecamatan Ujung Tanah, Kecamatan Biringkanaya, Kecamatan Tamalanrea, dan Kecamatan Tallo.
Untuk menyiasati persoalan kurangnya pasokan air bersih ini, PDAM memberikan bantuan berupa 30 mobil tangki air atas kerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran kota Makassar yang meliputi delapan unit mobil tangki milik PDAM, tujuh unit mobil milik pemadam kebakaran dan lima belas unit mobil tangki swasta yang disewa PDAM. Masing-masing unit mobil tangki berisi kurang lebih 8000 liter air bersih.
“Jadi inilah wujud kehadiran pemerintah dengan turun langsung untuk memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat yang meliputi kebutuhan air bersih,” ungkap Lies yang juga merupakan dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS.
Lebih lanjut, Lies mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air. Apalagi di musim kemarau panjang seperti saat ini.
“Tadi dikatakan sumber air memang sedang kurang. Jadi masyarakat harus sadar untuk bijak memakai air. Lebih baik kebutuhan penggunaan air yang lebih urgent dahulu yang diutamakan,” imbau Lies.
Senada dengan Lies, Dr. Hamzah Ahmad selaku PLT Direktur Utama PDAM Kota Makassar juga membenarkan bahwa sumber air dari hulu sedang mengalami kekeringan.
“Mungkin ini memang bukan solusi terbaik tetapi paling tidak kalau diibaratkan seperti obat, bantuan air ini merupakan penghilang rasa sakit,” jelas Hamzah.
Ia pun menambahkan bahwa PDAM akan rutin menyasar masyarakat yang terkena dampak pelayanan air bersih tidak maksimal dengan memberikan bantuan air sampai kondisi air bersih normal.
Diapun menghimbau kepada warga yang rumahnya tidak dialiri air dari PDAM untuk melaporkan persoalan tersebut. Agar bisa dilakukan pemutusan sementara sehingga mereka tidak perlu membayar iuran PDAM.
“Nanti kalau air mengalir normal lagi, baru disambung tanpa dipungut biaya,” ujar Hamzah.
Pada kesempatan ini, Lies F. Nurdin bersama Murni Iqbal Suhaeb dan Hamzah Ahmad juga memberikan 100 tumbler kepada para warga di Kelurahan Gusung, Kelurahan Cambaya dan Kelurahan Berua yang ada di Kecamatan Ujung Tanah. (rhm)




×


Keluhkan Lima Bulan Air tak Mengalir

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar