Peluang usaha budidaya jamur merupakan sebuah usaha yang sangat menguntungkan saat ini, bahkan dilirik generasi milenial. Salah satunya mahasiswa universitas islam negeri (UIN) Alauddin Makassar, Anamiel Adnan.
Laporan: ARDHITA ANGGRAENI
Ia kini fokus membesarkan usaha jamur meski harus menabung selama setahun.
“Ide bisnis berkebun jamur ini muncul, waktu tahun lalu setelah belajar dari teman saya yang pulang dari Jawa. Di situ saya belajar dan tanya-tanya bagaimana membudidayakan jamur serta olahannya bagaimana,”ungkapnya kepada penulis.
Setelah mengetahuinya, Adnan mulai menabung untuk modal usaha, termasuk menyisihkan sebagian uang kiriman orang tua untuk modal usaha.
Setelah uang tersebut terkumpul selama enam bulan ia mencoba membudidayakan jamur. “Awal modal saya hanya Rp1 juta dengan 30 biji media tanam jamur. Bahkan sempat mendapat cobaan, karena selalu gagal membuat media tanam sendiri,” katanya.
Untuk memulai kembali usahanya, Adnan mencoba meminjam modal ke beberapa teman organisasinya.” Saya sempat gagal dua kali, sampai-sampai saya harus pinjam kesana kemari ke teman, karena saya tidak mau lagi membuat susah orangtuaku. Untungnya percobaan ketiga akhirnya berhasil bisa hasilkan 16 kiloggram jamur. Saya jual perkilonya dulu Rp30 ribu kalau sekarang Rp50 ribu, media tanamnya juga beda juga,” bebernya.
Sambil menyeka keringat yang ada di dahinya, pria kelahiran Gowa 2 Maret 1998 ini mengaku, memutuskan membudidaya jamur berangkat dari keinginanya ingin merubah nasib keluarganya dan tidak mau kalah dengan usaha lainnya. Terlebih lagi budidaya jamur di sekitar Makassar Gowa belum banyak yang menggeluti usaha tersebut.
“Bukan tentang bayar kuliah saja, saya lebih kasian lihat orangtua saya menjadi buruh tani, tidak punya tanah sendiri untuk menanam padi dan sayur, sehari-harinya hanya menjaga milik orang lain. Makanya saya mau usaha sendiri dan bisa kasih orangtua, tidak melulu minta,” tuturnya.
Anak kedua dari tiga bersaudara ini menambahkan, ia sudah bisa meringankan beban kedua orangtuanya dan bisa memberikan biaya sekolah adiknya serta bisa merenovasi rumah orangtuanya. “Rumah orangtuakan rumah panggung sudah rapuh, sedikit untung yang didapat saya sisihkan untuk orangtua,” ujarnya.(*)

