SEBELUM menjalankan usaha minuman Es Buah Segar Fatimah yang berpusat di Jalan Hertasning Raya, Mentari dulunya hanya bekerja di Event Organizer (EO). Jika ada job, dia bekerja. Tetapi ketika job sepi maka dia pun harus tinggal di rumah saja.
Laporan: ARIF AL QADRY
Dari situlah perempuan yang lahir di tahun 1995 berniat membuka bisnis yang cenderung mudah dengan prospek pasar yang menguntungkan. Adapun bisnis minuman es buah segar Fatimah muncul setelah dirinya terinspirasi dari tayangan video youtube.
“Dulukan saya cuma kerja di EO, tapi jarang ada job, paling awal-awal tahun saja. Dari situ saya menonton video di youtube dan terinspirasi membuat minuman dingin menyegarkan apalagi musim panas. Coba-coba saya buat dengan rasa unik dan inovatif ternyata ini enak juga, saya langsung jual,” katanya.
Usai menonton video dari youtube, Mentari langsung mencoba membuatnya. Bahan yang digunakan semua murni dan asli, dari gula, buah dan susu semuanya asli dan aman. Itu dilakukan untuk memberikan rasa segar dan sehat buat konsumennya.
“Minuman yang saya dibuat ini hampir sama dengan minuman seperti orang pada umumnya buat. Hanya saja, bahannya lebih original, dan asli. Memang menjual rasa dan sehat. Kami gunakan gula asli, buah asli, dan susu yang berkualitas. Bahkan bahannya kami campur di sini, di lokasi jualan,” ucapnya.
Sekarang ini, Mentari sudah mempekerjakan teman-teman atau tetangganya untuk melayani pembelinya. Sudah ada lebih 10 orang dipekerjakan dengan upah yang standar. Karena baginya jika karyawan sudah nyaman, maka rezeki untuk bisnisnya bisa ikut lancar.
Ada enam jenis rasa minuman yang dijualnya, ada es buah, thai tea, buah naga, mangga, taro dan cappucino cincao. Harganya rata 5 ribu. Lapak jualannya tidak pernah tutup, setiap hari beroperasi. Hanya pegawai yang libur secara bergantian.
“Bisa sampai ratusan gelas setiap hari terjual dan tidak pernah pulang karena kalau sudah sore mau tutup kami bagikan secara gratis kepada orang-orang,” tambahnya.
Tidak hanya mengejar omzet saja, Mentari juga tetap konsisten bersedekah dengan membuat program Jumat Berkah membagikan minuman ke orang-orang masing-masing satu gelas dengan bebas pilihan.
“Jumat berkah kami buka biasanya usai salat jumat di mana berlangsung selama satu jam. Selama satu jam orang-orang bebas memilih rasa minuman gratis masing-masing satu gelas saja,” ujarnya.
Dia berharap dapat mengembangkan bisnis minuman dengan baik. Membuka cabang dan memiliki tempat permanen atau tetap. Sehingga tidak lagi was-was dikejar Satpol PP dengan alasan penertiban. Karena dirinya masih berstatus sebagai PKL.
Bisnis minuman yang baru berjalan pertengahan bulan Oktober sudah mampu membuka cabang, yaitu di Jalan Toddopuli VII dan Jalan Pelita Raya. Mereka berjualan hanya menggunakan gerobak serta akuarium sebagai tempat menyimpan minuman.
“Ada enam rasa minuman dingin saya jual, ada es buah, thai tea, buah naga, mangga, taro dan cappucino cincao. Harganya rata cuma lima ribu saja,” sebutnya.
Meski bisnis minumannya belum genap satu bulan, tetapi permintaan pasar cukup ramai. Antusias konsumen yang datang membeli sangat tinggi dan hal tersebut terlihat sejak awal buka di Jalan Hertasning Raya pada Oktober lalu.
“Awal buka memang sudah di sini (Jalan Hertasning) dan sudah langsung ramai. Untuk jam, saya buka dari pukul 10.00 WITA sampai 17.30 WITA,” tambahnya.
Dalam sehari, Es Buah Segar Fatimah habis terjual hingga ratusan gelas minuman. Adapun es kristal dipesan setiap hari sebanyak 25 bungkus. Satu bungkus isi berat kurang lebih 25 kilo. Minuman yang dibuat setiap harinya tidak pernah ada yang pulang.
“Estimasi tidak bisa saya sebutkan. Yang jelasnya itu dalam sehari saya pesan 25 bungkus es kristal yang di mana tiap bungkusnya seberat sekitar 25 kilo. Minuman tidak pernah dibawa pulang, karena jika ada sisa kami bagikan gratis kepada orang-orang yang melintas,” tambahnya. (*)

