pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Awalnya Jalan Merangkak, Jatuh … dan Ketagihan

Berolahraga Sambil Bersenang-senang dengan Ice Skating (1)

ADA begitu banyak jenis olahraga yang digeluti sekadar untuk menjaga kesehatan. Tapi berolahraga sambi bersenang-senang, cukup sedikit jumlahnya. Salah satunya ice skating.

Laporan: Muh Yusuf

OLAHRAGA ice skating hadir di Makassar pada Oktober 2011 lalu. Itupun hanya ada di Mal Panakkukang. Sementara di Jakarta ada di Mal Taman Anggrek dan Garden Ice Bandung.
Sejak kehadirannya, fasilitas permainan meluncur di atas lapisan es yang ada di lantai tiga mal ini selalu ramai dikunjungi. Utamanya kalangan remaja.
Lapisan es di tempat ini berukuran sekitar 12×24 meter persegi. Jika dibandingkan dengan skater, areal itu tidaklah terlalu luas. Apalagi dengan banyaknya pengunjung yang bermain, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu.
Dengan membayar Rp10.000 pada hari Senin Jumat dan Rp 30.000 di hari Sabtu-Minggu, Anda akan dipinjamkan sepatu luncur dan berkesempatan meluncur selama sejam. Setiap hari ada delapan sesi bermain. Setiap sesinya terdiri dari satu jam dimulai dari jam 10 pagi. Antara setiap sesi ada masa jeda 30 menit untuk maintenance.
Apakah sarana ice skating ini hanya untuk mereka yang sudah mahir? Bagaimana dengan yang belum bisa dan baru mau belajar?
Tak perlu kuatir. Karena pengelola juga menyiapkan pelatih (coach) bagi yang ingin belajar teknik meluncur di atas es ini.
Hampir setiap hari tempat ini ramai dikunjungi. Ada yang tertarik mencoba sebagai sarana olahraga, ada juga yang sekedar hiburan rekreasi. Olahraga ini sangat mengasikkan.
Ice skating ini cukup digandrungi para remaja. Karena mereka bebas mengepresikan diri didalam kolam ice tersebut. Tempat ini juga bisa menjadi salah satu tujuan wisata.
Salah satu pengunjung yang juga seorang pelajar, Nina datang bersama teman-temannya saat pulang sekolah.
“Saya suka main-main, kak. Mengasikkan. Awalnya kita cuman jalan merangkak sambil tertawa. Deg-degan (kalau jatuh). Yah awalnya cuman coba-coba, tapi lama kelamaan ketagihan,” kata Nina polos.
Sani, salah satu pengunjung, mengaku datang bermain ice skating semata untuk hiburan sekaligus olahraga. “Meski berada di kolam es, kita juga keringat kak. Padahal saya baru mencoba,” ujarnya.
Salah satu pengunjung dari daerah, Sarti menyempatkan singgah di tempat ice skating ini karena mengantar anaknya jalan-jalan.
“Baru kali ini saya lihat. Anak sayaji yang mau main-main. Bagus juga, karena jadi tempat kumpul remaja. Daripada keluyuran di tempat-tempat yang salah. Baiknya disini kan bisa juga olahraga,” terangnya.
Karyawan Ice Skating bernama Raymon menuturkan, pihaknya menyiapkan sepatu khusus bagi pengunjung sesuai ukuran kakinya. ”Kalau mau asesoris seperti sepatu, beli sendiri,” ujarnya.
Menurut Raymon, pengunjung juga bisa mendapatkan layanan diajar langsung oleh instruktur. ”Tarifnya Rp100 ribu kalau mau diajar untuk setengah jam. Instruktur di dalam area hanya membantu pengunjung yang terjatuh agar berdiri kembali,” katanya.
Agus, salah satu struktur ice skating menjelaskan cara untuk memulai permainan ini. Untuk memulai bermain, yang mesti dilakukan dari awal antara lain belajar berjalan (pinguin), berlari dan mengerem serta berimprovisasi kalau sudah bisa menjaga keseimbangan.
“Sebelum bermain, terlebih dahulu pakai kaos kaki dan sepatu. Minta tukar sepatu skates anda bila patah atau bengkok karena bisa membuat kaki lecet, sakit dan tidak comfortable. Kencangkan tali anda, jangan longgar di bagian ankle,” serunya memberi petunjuk.
Ia juga berbagi tips bermain. Pertama, pegangan tiang di samping dan berdiri terlebih dulu. Jangan menarik badan masuk, dan usahakan jalan biasa.
”Posisi berdiri kakinya jangan terlalu rapat dan jangan terlalu lebar, sebahu kurang dikit. Jadi kaki bentuk nya miring, jangan lurus. Kemudian jalan seperti biasa. Satu kaki maju diangkat lututnya, dan jangan diseret. Majunya jangan terlalu lebar. Kangkah kecil saja. Kira-kira sampai di ujung kaki yang tidak maju dulu aja. Kaki yang tidak maju, diusahkan jangan diseret ke belakang. Latihannya begitu terus. Kalau sudah merasa lancar, langkahnya diperlebar. Lama-lama pasti bisa meluncur sendiri. Bahkan secara tidak sadar sudah bisa mendorong dan meluncur,” jelasnya panjang lebar. (*/rus/b)



×


Awalnya Jalan Merangkak, Jatuh … dan Ketagihan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar