MAKASSAR, BKM–Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Kesehatan Sulsel akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas restoran hingga rumah makan di Sulsel. Restoran dan rumah makan dianggap bisa menjadi pintu masuk virus di dalam tubuh.
Hal tersebut diketahui, saat Dinas Kesehatan Sulsel menggelar rapat virtual koordinasi jejaring pembinaan serta pengawasan tempat pengelolaan pangan (TPP) untuk pencegahan covid-19 di 24 kabupaten/kota.
“Seluruh Dinas Kesehatan di Sulsel harus semakin gencar melakukan sosialisasi. Termasuk pemantauan dan pengawasan kepada pengelola pangan di masyarakat,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sulsel, Husni Thamrin, Senin (15/6).
Menurut Husni, dalam pandemi covid-19, mesti menjaga kesehatan dan kebersihan termasuk makanan, karena bisa menjadi pintu masuk virus di dalam tubuh.
“Makanan adalah sumber nutrisi, di sisi lain bisa menjadi media virus masuk dalam tubuh,” katanya.
Pentingnya protokol kesehatan di tempat makan, kata Husni, bertujuan untuk menekan penyebaran virus corona. Pasalnya, tempat makan jadi salah satu area berkumpulnya banyak orang. Tentu tidak ada yang mau berisiko terpapar virus corona karena menyantap makanan di tempat ramai.
“Semua rumah makan, restoran dan tempat umum harus tetap menggunakan protokol kesehatan dengan menyediakan fasilitas untuk mencuci tangan atau hand sanitizer, membatasi jumlah pengunjung hingga memberi jarak antar meja makan dan pengecekan suhu tubuh, serta menyemprotkan disinfektan di area tempat makan,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah meminta kepada seluruh pihak terkait agar memperketat protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19 ini.
“Selama kita tidak memberlakukan protokol kesehatan secara ketat, saya kira kita agak sulit di Makassar. Kalau kita bisa selesaikan di Makassar, maka 70 persen masalah Covid-19 di Sulsel ini selesai,” jelas Nurdin Abdullah.
Menurutnya, memperketat protokol kesehatan sangat penting untuk mendukung menekan penularan, terutama di tempat tertentu.
“Maka kita berharap betul-betul protokol kesehatan menjadi penting. Bisa kita lihat di beberapa tempat belum menerapkan protokol kesehatan. Kedua, tracking dan testing memang harus dilakukan secara massif,” ujarnya.
Nurdin menambahkan, edukasi kepada masyarakat sangat penting, khususnya di Makassar.
“Seperti saya katakan tadi, 70 persen itu ada di Makassar. Jadi kalau Makassar ini tuntas, maka 70 persen persoalan covid selesai,” imbuhnya.(nug)
Pemprov Awasi Restoran dan Rumah Makan
×

