MAKASSAR, BKM–Usai pembangunan Tol Ujung Pandang, rencananya tol tersebut akan dilanjutkan untuk menghubungkan antara Barombong dan Kabupaten Takalar.
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, segera melakukan groundbreaking pembangunan jalan Tol Ujung Pandang-Barombong, Barombong-Takalar. Ditargetkan bulan Oktober 2020 ini, juga akan dilakukan groundbreaking Stadion Mattoanging dan gedung Twin Tower.
“Tentu harapan berikut nyambung lanjutan Jalan Tol Ujung Pandang ini menuju ke Barombong. Nanti Barombong ada lagi segmen Barombong – Takalar, itu yang akan kita pikirkan sekarang,” jelasnya, di Tol Layang Sesi 3 Ujungpandang, Rabu (9/9).
Ia menyampaikan terimakasih atas hadirnya jalan tol layang ini. Pasalnya, jalan tersebut dapat mengurangi kemacetan di sepanjang jalan AP Pettarani Makassar.
“Hadirnya jalan tol ini mengurai kemacetan di Jalan Pettarani,” ujarnya.
Untuk peresmiannya, akan dilakukan Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo. Pada peresmian tersebut diharapkan juga langsung melakukan peresmian Bandara Buntu Kunik Tana Toraja, Groundbreaking Stadion Mattoanging, dan Gedung Twin Tower.
“Tinggal menunggu kesiapan projects ini Insyaallah, dan memang sudah banyak agenda-agenda yang menunggu Pak Presiden. Pertama adalah peresmian jalan tol. Mudah-mudahan juga ikut serta Bandara Toraja dan groundbreaking pembangunan Stadion Mattoanging dan pembangunan Twin Tower, yang Insyaallah pada bulan Oktober,” urainya.
“Semua bersamaan, supaya Bapak Presiden tidak bolak balik, jadi kita kumpulkan semua sekaligus diresmikan dan groundbreaking Stadion Mattoanging dan gedung Twin Tower,” jelasnya.
Sementara itu, dalam kunjungannya tersebut, Nurdin yang didampingi Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengecek detail kondisi struktur ruas beton yang memanjang hingga 14,10 kilometer tersebut. Sebelum menuju ke lokasi, dilakukan dulu pemaparan progress pengerjaan tol oleh pihak Wika sebagai penanggung jawab proyek.
Setelah mendengar paparan pihak Wika, selanjutnya Nurdin dan Rudy beranjak melihat langsung fisik tol yang kini sudah memasuki proses finishing.
Dalam pantauannya, Nurdin mengatakan hadirnya tol layang ini akan dapat membantu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sekitar Jalan AP Petta Rani.
“Alhamdulillah proyek yang mulai dikerjakan sejak 2018 ini sudah masuk di tahap penyempurnaan. Pengerjaannya sudah memasuki 91,55 persen, tinggal merapikan bagian atas(tol) lalu bagian bawah (arteri) dilakukan perbaikan jalanan. Rencananya jika tidak ada halangan, Oktober mendatang Presiden RI akan hadir di Kota Makassar meresmikan secara langsung. Kehadiran tol ini tentu juga akan membantu arus lalu lintas yang kerap padat di sekitar arah AP Pettarani,” ungkapnya.
Rudy Djamaluddin di sela peninjauannya berharap tol sepanjang 10,4 kilometer ini ke depannya dapat memicu perekonomian di berbagai sektor.
“Besar harapan saya keberadaan tol Pettarani dapat menggerakkan roda perekonomian di Makassar,terlebih saat ini pergerakan covid sudah perlahan melandai. Olehnya itu dengan kemudahan akses jalan semoga investor dapat makin melirik Makassar sebagai daerah maju,” harapnya.
Di targetkan pada Desember mendatang masyarakat Makassar sudah dapat menggunakan fasilitas jalan tol ini.
Sebelumnya, Direktur Teknik dan Operasi PT Bosowa Marga Nusantara Ismail, mengatakan, proses konstruksi keseluruhan tol layang yang disebut Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 3 sudah mencapai 91.55 persen.
“Melihat perkembangan September baru selesai. Jadi kita sudah melaporkan ke Kementerian PUPR tentang jadwal selesaianya, mudah-mudahan di Bulan Oktober sudah bisa kita resmikan. (Peresmian oleh Preside Jokowi) tergantung Sekretariat Negara dan Kementerian PUPR,” kata Ismail.
Dia menjelaskan, saat ini progres tol dengan total panjang 10,4 kilometer menyisahkan pekerajaan pengembalian jalan arteri. Ia menambahkan, jalan tol yang dikerjakan mulai 30 April 2018 ini direncanakan selesai pada Februari 2020. Namun pihak kontraktor menemukan beberapa kendala diantaranya pengerjaan pipa PDAM dan pendemi Covid-19.
“Disaat kita memperkerjakan 2.000 orang lebih dengan berhadapan beberapa masalah seperti PDAM dan pendemi, alhamdulilah bisa kita lewati dengan lancar. Meski kita terlambat 5 bulan lebih dari target. Kita juga bersyukur, selama pekerjaan tidak ada insiden atau kecelakaan kerja terjadi. Semua masa-masa kirtis kita lewati dengan lancar,” katanya.(rhm-nug)
Tol Layang Berlanjut ke Barombong dan Takalar
×

