MAKASSAR, BKM — Hingga batas akhir pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) pada 30 September lalu, tercatat realisasi penerimaan yang masuk ke kas Pemkot Makassar sebesar Rp145,4 miliar.
Kepala UPTD PBB Bapenda Kota Makassar, Adriyanto, mengatakan, angka tersebut over target sebesar Rp11,4 miliar.
Dia menambahkan, target tahun ini sebesar Rp134 miliar. Target tersebut dinaikkan sebesar Rp6 miliar dibanding target tahun 2019 lalu.
Namun, kendati targetnya dinaikkan, pemkot melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berhasil melampauinya. Angka realisasi PBB itu dipastikan akan terus meningkat hingga akhir tahun 2020 ini.
“Realisasi PBB sudah mencapai 108,57 persen atau berkisar Rp145,4 miliar. Target kita tahun ini kan Rp134 miliar, realisasinya sudah Rp145,4 miliar jadi kita sudah over Rp11,4 miliar,” kata Adriyanto, kemarin.
Adriyanto menyebutkan dari 15 kecamatan, masih ada empat kecamatan yang realisasinya belum mencapai target. Diantaranya, Tamalate, Manggala, Rappocini, dan Mariso. Meski begitu realisasinya sudah di atas 70 persen.
Sedangkan sebelas kecamatan lainnya mengalami over target. Realisasinya rata-rata di atas 110 persen. Paling tinggi Kecamatan Bontoala, realisasinya 161 persen atau Rp4,3 miliar dari target Rp2,6 miliar.
Selanjutnya, Kecamatan Ujung Tanah 160,13 persen atau Rp1,09 miliar dari target Rp682 juta. Kecamatan Wajo 159 persen atau Rp9,5 miliar dari target Rp5,9 miliar. Serta Kecamatan Tallo 149 persen atau Rp7,6 miliar dari target Rp5,1 miliar.
Kecamatan Makassar 146 persen atau Rp6,9 miliar dari target Rp4,7 miliar. Kecamatan Ujung Pandang 133 persen atau Rp13,4 miliar dari target Rp10,1 miliar. Kecamatan Mamajang 114 persen atau Rp4,1 miliar dari target Rp3,5 miliar.
Kecamatan Tamalanrea 114,77 persen atau Rp18 miliar dari target Rp15,7 miliar. Kecamatan Biringkanayya 114,11 persen atau Rp15,2 miliar dari target Rp13,3 miliar. Kecamatan Sangkarrang 103 persen atau Rp51,7 juta dari target Rp50 juta.
Kecamatan Panakkukang 101 persen atau Rp23,9 miliar dari target Rp23,5 mlliliar. Sedangkan, empat kecamatan lain belum mencapai target. Seperti, Kecamatan Mariso realisasinya baru 94,9 persen atau Rp4,2 miliar dari target Rp4,4 miliar.
Kecamatan Rappocini 89,52 persen atau Rp13,2 miliar dari target Rp14,8 miliar. Kecamatan Manggala 88,84 persen atau Rp4,2 miliar dari target Rp4,7 miliar, dan Kecamatan Tamalate 73,86 persen atau Rp15 miliar dari target Rp20,3 miliar.
Sementara, daerah pelabuhan realisasinya Rp4,1 miliar dari target Rp3,9 miliar. “Potensi kita masih ada Rp15 miliar sampai Rp20 miliar,” tuturnya.
Sekretaris Bapenda Kota Makassar, Ibrahim Akkas Mula, menambahkan, realisasi penerimaan PBB cukup mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Apalagi di tengah pandemi seperti ini, PBB salah satu jenis pajak yang tak berdampak.
“PBB ini cukup membantu kita meningkatkan PAD. Jadi kita sangat terbantu. Beda dengan hotel dan hiburan itu sulit kita berharap karena paling terdampak pandemi,” paparnya. (rhm)
Empat Kecamatan Belum Lampaui Target PBB
×

