pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Rawat Istri Yang Sakit di Kos-kosan

Herlan, Juru Parkir Keturunan Tionghoa di Kantor Pengadilan Negeri Makassar (2-Habis)

TIDAK semua warga Tionghoa menyambut Tahun Baru Imlek 2567 dengan suasana meriah dan penuh suka cita. Mereka yang hidup pas-pasan hanya menyambut Tahun Baru Imlek dengan kesederhanaan.

Laporan: RAHMAT

Mereka tidak mampu membeli cat untuk memperindah rumah, membeli pernak-pernik Imlek, menyiapkan makanan, buah-buahan segar hingga menyiapkan ampao bagi yang mengunjunginya.
Seperti halnya potret kehidupan dari Herlan, juru parkir di Pengadilan Negeri Makassar. Dia adalah keturunan Tionghoa yang hidup pas-pasan di Kota Makassar.
Baginya, Tahun Baru Imlek adalah untuk keturunan Tionghoa yang memiliki hidup yang lebih baik. Dia lebih memilih mendatangi sanak saudara dan keluarganya untuk mendapatkan berkah dari Imlek.
Sambil duduk di tembok taman pengadilan, Herlan mengisahkan, jika dia bersama istri dan anaknya tinggal di sebuah kamar kos-kosan di Pasar Mandai, Jalan Arung Teko Mandai. Saat ini istrinya dalam kondisi sakit.”Bagaimana mungkin nak, mau merayakan Imlek. Untuk makan saja sangat susah. Belum lagi, harus menyiapkan waktu untuk merawat istri yang sakit dan menyiapkan makanan untuk anaknya yang masih kecil,” katanya dengan suara terbata-bata.
Herlan mengaku pengahasilannya selama menjadi juru parkir di Pengadilan Negeri Makassar, mulai Rp30 ribu hingga Rp90.000 perhari.”Pendapatan dari hasil parkir tidak menentu pak, kadang banyak bisa juga sedikit. Bila ramai pengunjung bisa mendapat Rp90 ribu,” katanya.
Saat ini, jelas Herlan, dialah yang sekarang menjadi tulang punggung keluarganya. Diakuinya, istrinya, Andi rahayu pernah bekerja sebagai cleaning service pengadilan hingga akhir Desember 2015.”Karena istri saya sering sakit-sakitan, jadi saya minta dia berhenti bekerja. Meski penghasilan yang diperoleh untuk keluarga makin berkurang,” ujar Herlan.
Herlan menuturkan, dia bekerja sebagai tukang parkir sejak pukul 07.00 wita hingga pukul 17.30 wita, dari Senin sampai Sabtu. Sedangkan setiap hari Sabtu dan Minggu, bila pengadilan libur, dia menghabiskan waktunya di rumah membantu istrinya mencuci pakaian dan membereskan rumah.”Anak saya ada tiga orang, yang paling tua di SMK Kelas 3, yang kedua SD kelas 6 dan paling bungsu kelas i SD. Syukur-lah biaya pendidikan telah digratiskan pemerintah. Walaupun saya berprofesi jukir, saya berdoa anak saya tetap bersekolah hingga menjadi orang yang sukses,” harapnya.
Herlan di depan penulis mengaku, dalam menjalani hidupnya yang serba pas-pasan kita jangan pernah mengeluh, justru kodisi hidup yang berkekurangan menjadi motivasi dan cambuk untuk lebih berusaha lagi.
Lebih jauh, Herlan menjelaskan, tahun baru Cina atau lazim disebut Imlek hanya diperingati warga Tionghoa saja. Tahun baru cina biasanya diikuti dengan tradisi berdasarkan ramalan shio.
Tahun ini perayaan Imlek akan jatuh pada, Senin 8 Februari 2016 adalah tahun Monyet Api.
“Pergantian tahun baru Imlek ini sering dijadikan sebagai momen yang tepat untuk memprediksi nasib dan peruntungan di masa depan,” ujar Erlin.
Untuk memprediksi bagaimana kehidupan satu tahun mendatang, katanya, salah satu cara yang biasa dilakukan adalah melalui ramalan Shio, atau disebut juga Chinese zodiak.
Bahkan, sebagian orang Tionghoa percaya bahwa peruntungan Shio nya akan berubah setiap tahun. Untuk itu, tak sedikit dari mereka yang rela mengeluarkan uang dengan mencari ahli Fengshui untuk sekedar melihat bagaimana peruntungannya di Tahun Monyet Api ini.
“Bagi sebagian orang yang memiliki shio Monyet, tahun ini merupakan tahun keberuntungan bagi kaum yang bershio monyet. Apapun yang ingin di lakukan dan sudah direncanakan di tahun sebelumnya. Ini adalah tahun yang menguntungkan untuk usaha bisnis baru dan perubahan karir,” jelasnya.(mat/b)



×


Rawat Istri Yang Sakit di Kos-kosan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar