pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemkot-Pemprov Belum Pastikan Sekolah Tatap Muka

MAKASSAR, BKM — Kasus penyebaran covid-19 di Kota Makassar semakin melandai. Saat ini, ibu kota Provinsi Sulsel berada pada zona orange, setelah sebelumnya berada di zona merah selama beberapa bulan.
Pemerintah Kota Makassar pun semakin melonggarkan aktifitas masyarakat. Termasuk rencana untuk membuka bioskop, tapi dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Namun, tidak demikian dengan sekolah tatap muka.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan mengemukakan, hingga saat ini belum ada rencana untuk melaksanakan aktifitas belajar mengajar secara tata muka.
Alasannya, karena Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Covid-19 Makassar belum memberikan izin, kendati kasus covid-19 menurun. Apalagi, berdasarkan data yang ada, justru anak-anak yang terpapar covid-19 di Kota Makassar naik jumlahnya.
“Antara umur 5 hingga 19 tahun, itu yang terpapar semakin banyak. Jadi belum ada rencana membuka sekolah tatap muka. Melihat situasi dulu,” ungkap Andi Irwan kepada BKM, Selasa (3/11).
Selain itu, tambahnya, hingga saat ini belum ada instruksi dari pemerintah ke daerah terkait pembukaan sekolah tatap muka.
Walaupun beredar informasi jika awal tahun depan sekolah sudah bisa beraktifitas secara tatap muka, namun kata Irwan, pihaknya tidak berani berspekulasi.
“Sampai saat ini belum ada rencana ke situ. Memang sekarang sudah melandai dan pada posisi orange. Kami tidak berani berspekulasi terkait pembukaan sekolah awal tahun depan. Harus menunggu instruksi dari pusat,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menjelaskan, untuk melaksanakan aktifitas belajar mengajar secara langsung di sekolah, pihaknya menunggu petunjuk lebih lanjut dari pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).
Selain itu, kata orang nomor satu Makassar itu, jika aktifitas belajar mengajar secara langsung akan dilaksanakan, tentu dilihat dulu apakah jenjang lebih tinggi sudah mulai duluan atau tidak.
“Kita lihat dulu. Tidak mungkin SMP kita buka duluan dibanding SMA dan perguruan tinggi. Karena tingkat kerawanan semakin anak-anak, semakin sulit diatur. Jadi kita tunggu dulu kampus buka, setelah itu SMA, baru kita buka SMP kemudian SD, dan TK. Jangan sekaligus, nanti bisa menimbulkan potensi-potensi kerawanan kesehatan terhadap anak-anak kita,” ungkapnya.
Rudy juga tidak mau berspekulasi terkait rencana pembukaan sekolah di awal tahun depan. Pihaknya masih menunggu perkembangan serta menunggu instruksi dari pusat seperti apa.
“Kita tunggu aja perkembangannya bagaimana. Karena itu masih sekadar prediksi. Karena kita tidak tahu kondisi covid ini, kondisi yang kita tidak bisa ramal dan pastikan,” tandasnya.

Pemprov Belum Berani

Hal yang sama juga ditegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pemprov belum berani membuka pembelajaran tatap muka di sekolah. Walaupun beberapa guru di Sulsel sempat melakukan bimbingan secara luring kepada segelintir siswa.
Hal ini diakui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Muhammad Jufri saat dihubungi BKM, kemarin. Saat ini Sulsel diketahui telah keluar dari zona merah covid-19. Namun Jufri menjelaskan jika kondisi di Sulsel saat ini yang belum bisa dipastikan, belum sepenuhnya aman dari covid-19.
Apalagi pemerintah pusat, saat ini diakuinya, juga belum menyetujui untuk dibukanya pembelajaran tatap muka di Sulsel. Olehnya itu, pemerintah provinsi belum memiliki landasan untuk membuka pembelajaran secara normal.
“Kondisi kita sekarang belum bisa dipastikan. Sekarang boleh saja di luar zona merah, kita belum bisa memprediksi apakah besok-besok bisa tetap seperti ini atau malah kembali melonjak (kasus covid-19),” kata Jufri.
Jufri mengakui ada beberapa guru yang melakukan pembelajaran luring kepada segelintir siswa di beberapa sekolah di Sulsel. Terkait kondisi itu, ia mencoba untuk memahaminya karena beberapa kendala.
“Kami memaklumi beberapa guru yang melakukan pembelajaran luring kepada beberapa siswanya. Itu karena beberapa kendala soal komunikasi jika menggunakan aplikasi daring,” ungkapnya.
Walaupun begitu, pihak Disdik sendiri, jelas Jufri, terus melakukan pemantauan terkait proses pembelajaran, baik daring maupun ada beberapa yang luring. Kalaupun ada beberapa yang luring, protokol kesehatannya tetap dipantau.
Jufri menambahkan, ia pun berharap proses pembelajaran di Sulsel bisa secapatnya kembali normal. Apalagi hingga saat ini ada beberapa sekolah yang telah mengajukan pembelajaran secara tatap muka.
“Iya, memang sudah ada beberapa sekolah yang telah mengajukan untuk luring. Seperti ada sekolah di Pangkep. Kita belum bisa izinkan,” tandas Jufri.
“Kami pun juga terus berharap pembelajaran bisa normal kembali. Kita lihat saja perkembangannya. Jika telah memungkinkan nantinya, pasti kami buka (pembelajaran tatap muka/luring),” tambahnya. (rhm-nug)




×


Pemkot-Pemprov Belum Pastikan Sekolah Tatap Muka

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar