MAKASSAR, BKM — Masyarakat Makassar dihebohkan dengan kemunculan awan berbentuk gelombang tsunami pada Senin (7/12) pagi. Awan tersebut tampak jelas di atas Bandara Sultan Hasanuddin dan di Pelabuhan Tradisional Paotere, Makassar.
Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Esti Kristantri, menyebut awan tersebut merupakan awan cumolonimbus (CB). Awan tersebut pada umumnya menyebabkan terjadinya hujan. “Hal ini biasa dan umum terjadi di musim hujan,” ujarnya, kemarin.
Awan CB yang berbentuk gelombang tsunami ini, dikatakan Esti, umumnya terbentuk karena proses konvektif yang kuat dan tingginya massa udara basah. Awan ini yang membawa hujan. Maka dengan munculnya awan ini, perlu diwaspadai potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir atau kilat, serta angin kencang.
“Kalau angin kencang dari awan cumolonimbus tidak bisa diprediksi. Itu jangka pendek dari peringatan dini cuaca,” ungkapnya.
Karena itu, Esti menghimbau kepada para masyarakat, khususnya nelayan saat ini untuk mewaspadai gelombang tinggi. Gelombang diperkirakan bisa terjadi dari 1,25 hingga 2,5 meter.
Gelombang ini diprediksi bisa terjadi di Selat Makassar bagian selatan, perairan barat Kepulauan Selayar, perairan Sabalana, perairan timur Kepulauan Selayar, Laut Flores bagian barat, perairan Bonerate-Kalaotoa bagian utara, dan perairan Bonerate-Kalaotoa bagian selatan.
Sementara pada Rabu (9/12) esok saat pilkada serentak, wilayah di Sulsel berpotensi hujan pada siang atau sore. Terutama di wilayah utara dan sebagian timur wilayah Sulsel. Namun hujan yang turun diprediki hanya berintensitas ringan.
“Di wilayah utara dan sebagian timur diperkirakan hujan ringan pada siang atau sore. Untuk wilayah selatan berawan. Bagian barat umumnya berawan dan berpeluang hujan ringan pada pagi hari,” tutup Esti. (nug)
Awan CB Muncul, Hari Pencoblosan Berpotensi Hujan
×

