MAKASSAR, BKM — Vaksin covid-19 produksi Sinovac mulai didistribusikan ke sejumlah provinsi di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan. Rencananya, pemerintah akan melaksanakan vaksinasi secara serentak pada 14 Januari mendatang. Tenaga kesehatan (nakes) menjadi prioritas utama.
Kepala Dinas Kesehatan Ichsan Mustari mengatakan, untuk di Sulsel, jatahnya sebanyak 66.640 vaksin. Jumlah tersebut setara dengan data klinis nakes yang telah disiapkan Pemprov Sulsel sebelumnya.
“Jumlahnya (vaksin) sama dengan sasarannya. Jadi untuk orang per orang. Kita menunggu. Mulai masuk hari ini (kemarin) menurut informasi. Kita koordinasi terus, Insyaallah hari ini (kemarin) datang 30.000 unit,” ujar Ichsan, Senin (4/1).
Ichsan menuturkan, saat vaksin tiba di Sulsel, terlebih dahulu akan disimpan di cold room yang berada di kantor Dinas Kesehatan Sulsel. Sedangkan untuk di kabupaten/kota, penyimpanan vaksin hanya membutuhkan refrigerator atau kulkas berukuran besar.
“Tidak perlu cold room kalau di kabupaten, kecuali di Makassar kemungkinan pakai cold room karena akan dapat bantuan dari pusat,” tuturnya.
Adapun tempat vaksinasi, kata Ichsan, dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. Pihaknya menargetkan, pekan depan atau 12 Januari 2021, vaksin telah didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota. Dengan demikian, vaksinasi serentak bisa terlaksana.
Walaupun demikian, alokasi vaksin yang ada saat ini masih tentatif. Sebab, calon penerima vaksin harus melakukan pendaftaran daring secara mandiri terlebih dahulu.
“Jumlahnya belum pasti. Artinya bisa kurang, bisa bertambah. Karena sistem pendaftaran yang akan diberikan vaksinasi secara online mandiri,” jelasnya.
Ichsan mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan berita terkait keamanan vaksin. Pihaknya menjamin, vaksin ini aman karena telah melalui berbagai tahapan dan uji klinis.
“Saya bisa jamin vaksin Sinovac ini sudah memenuhi standar. Kita harus mendukung, kalau kita mau menurunkan kasus covid. Mari sama-sama kita menunggu untuk divaksinasi,” tandasnya.
Data Klinis
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mengakui jika saat ini Dinas Kesehatan tengah menyiapkan data klinis masyarakat yang akan menjadi sasaran vaksinasi. “Kita harus mempersiapkan masyarakat untuk mendapatkan vaksin. Kita akan memulai vaksin di bulan Februari. Pertama yang divaksin ini adalah tenaga kesehatan,” ungkap Nurdin Abdullah saat memimpin rapat di Ruang Rapim Kantor Gubernur, kemarin.
Hal tersebut disampaikan Nurdin berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo, agar mempercepat proses data klinis masyarakat untuk dilakukan suntik vaksin.
“Harapan Bapak Presiden, tahun ini vaksin dijalankan, dan kita harus bergerak lebih cepat. Oleh karena itu, saya harap bisa betul-betul mempersiapkan diri, terutama tenaga kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, ada beberapa kriteria penerima vaksin. Yang diprioritaskan adalah tenaga kesehatan.
“Tidak sembarangan orang untuk divaksin. Ada beberapa kriteria. Kita dahulukan tenaga kesehatan sesuai arahan Bapak Presiden,” terangnya.
Terdata Melalui SDMK
Pemerintah Kota Makassar mulai bersiap-siap untuk menerima dan mendistribusikan vaksin dari pusat, yang rencananya akan tiba di Makassar tidak lama lagi. Untuk keperluan itu, Penjabat Wali Kota Rudy Djamaluddin sudah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk menyusun action plan guna melaksanakan vaksinasi jika tiba masanya.
Untuk tahap awal, kata Rudy, pihaknya akan memprioritaskan tenaga kesehatan (nakes) atau mereka yang berhadapan langsung dengan pasien covid di rumah sakit. “Saya kira puskesmas dan rumah sakit kita sudah siap untuk melaksanakan secara teknis vaksinasi ini. Apabila sudah ada arahan dari pemerintah pusat, bisa langsung action,” ujarnya, kemarin.
Dia mengatakan, jatah vaksin nantinya akan disesuaikan dengan jumlah tenaga kesehatan yang ada di Makassar. “Sekitar 10 ribuan lebih, dari sekitar 60 ribuan vaksin untuk Sulsel di tahap awal. Itu untuk Makassar,” jelasnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar dr Nursaidah, belum mengetahui secara pasti tentang jumlah vaksin yang akan didapat Makassar. Sembari menanti vaksinasi dimulai, pihaknya hingga kini masih merampungkan data nakes yang bakal mengikuti program tersebut. Mereka yang akan divaksin terdata di Kemenkes melalui SDMK (Sumber Daya Manusia Kesehatan).
“Sampai saat ini, yang terdata sebagai SDMK di Kota Makassar sebanyak 1.490. Ini masih sementara,” tandasnya.
Sementara itu, data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel mencatat, pada tahap awal, vaksin yang akan diberikan untuk Kota Makassar sebanyak 14.355, sesuai dengan jumlah nakes yang ada di kota ini. (nug-rhm)

