MAKASSAR, BKM– Di pengujung masa jabatannya, Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin akan membenahi pedestrian di sekitar Kantor Wali Kota Makassar.
Sebagai kantor pusat pemerintahan, akses pejalan kaki di kawasan balai kota seharusnya sudah ada sejak dulu. Jangan hanya menjadi tempat parkir yang justru meresahkan pengguna jalan lantaran menimbulkan kemacetan.
“Dulu di sini semrawut, banyak kendaraan menumpuk. Tidak ada fasilitas pedestrian bagi pejalan kaki. Apalagi ini balai kota, simbol dari kota itu sendiri,” kata Rudy.
Tidak hanya itu, Rudy ingin perilaku masyarakat juga berubah. Diharapkan ada semakin banyak orang yang menikmati keindahan Kota Makassar dengan berjalan kaki. Karena itu, penting baginya menghadirkan jalur pedestrian yang lengkap dengan fasilitas pendukung seperti tempat duduk dan tempat sampah.
“Kita mau hadir perilaku baru, ada pedestrian, ada tempat duduk, kalau ini bisa hadir disemua ruas jalan di Kota Makassar saya yakin banyak orang yang akan memanfaatkan pedestrian itu sebagai tempat berjalan kaki. Apalagi kalau sudah terkoneksi dengan bus wisata,” papar dia.
Pelaksana CV Putra Rana Jaya, Yudi, mengatakan, pedestrian ini dikonsep ramah bagi pejalan kaki dan kaum difabel. Itu dibuktikan dengan menyiapkan jalur khusus bagi penyandang disabilitas.
“Makanya modelnya itu tidak kayak tanggal biar mudah diakses oleh kaum difabel,” tutur Yudi.
Dia menyebut, saat ini pihaknya mengerjakan 130 meter jalut pedestrian khusus di samping kantor balai kota dengan lebar antara 6 meter hingga 9 meter. Sedangkan di sisi depan kantor, pihaknya mengerjakan 118 meter dengan lebar 1,4 meter.
“Khusus di area samping balai kota itu kita lengkapi dengan tempat duduk, ada tujuh tempat duduk. Jadi masyarakat bisa menikmati pusat kota disini. Lebih nyaman,” papar dia. (rhm)

