MAKASSAR, BKM– Persoalan truk dalam kota Makassar tak akan pernah tuntas setiap tahunnya. Setelah peristiwa kecelakaan pekan lalu di bawah fly over, kini Pemkot Makassar kembali akan mempertegas keberadaan truk dalam kota.
Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, mengakui, harus ada penerapan kebijakan lebih tegas terhadap keberadaan truk. Selain jadi biang kerok kasus kecelakaan, keberadaannya turut memperparah kondisi manajemen transportasi Makassar yang masih buruk.
“Paling tidak harus ada pembatasan jam tertentu. Sebab kalau truk itu lewat di pagi hari menggangu dan mengancam warga. Yang pada saat itu trafik lalu lintas sedang tinggi-tingginya,” urainya.
Rudy pun berjanji akan melakukan evaluasi. Termasuk penegakan aturan dan sanksi terhadap keberadaan truk dalam kota.
Pemkot Makassar masih memberi kelonggaran truk beroperasi dalam kota pada siang hari. Termasuk truk berukuran besar seperti tronton.
Selain kerap menimbulkan kemacetan dan membuat pengendara bermotor tidak nyaman di jalan, tak jarang juga terjadi kecelakaan.
Seperti peristiwa yang terjadi pekan lalu, dimana sebuah truk tronton menabrak motor dan kendaraan roda empat di sekitar fly over yang menyebabkan korban jiwa.
Penerapan aturan soal beroperasinya truk dalam kota siang hari dinilai masih lemah.
Menyikapi penegasan dari pj wali kota, Kepala Dinas Perhubungan Makassar, Mario Said mengatakan, mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Kota Makassar Nomor 94 tahun 2013, truk yang mengarah ke pelabuhan masih diberi ruang untuk melewati jalur AP Petta Rani.
“Khusus di AP Petta Rani, truk dibolehkan lewat. Tidak batasan ukuran. Termasuk truk sepuluh roda,” ungkap Mario.
Dia pun tak menampik keberadaan truk dalam kota sudah mengkhawatirkan. Apalagi volume kendaraan umum di Makassar terus meningkat. Harus ada pengetatan aturan.
“Kita juga harap truk nanti semua sudah lewat di Tol Layang AP Petta Rani. Sehingga keberadaannya tidak mengancam pengendara,” kata Mario.
Mario berkata, pemeriksaan berkala sering dilakukan Dishub. Memang setiap kali pemeriksaan masih banyak truk yang memiliki kondisi tak laik jalan. Itu pun jika sudah diperiksa dan memenuhi syarat namun rawan mengalami kerusakan lantaran kondisi truk. Faktor usia kendaraan juga menentukan.”Dan kami rutin lakukan pemeriksaan. Semoga dengan kejadian ini kita makin sigap lagi,” ungkapnya.(rhm)

