BELOPA, BKM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Belopa resmi membuka ruang perawatan Saraf, Kamis (28/1).
Direktur RSUD Batara Guru Belopa, dr Daud Mustakim mengatakan ruang perawatan saraf sangat diperlukan mengingat jumlah pasien dengan gangguansistem saraf mengalami peningkatan yang cukup besar.
“Pada tahun 2013, RSUD melakukan pelayanan kesehatan bagi pasien gangguan sistem saraf tapi pelayanannya hanya di Poliklinik atau rawat jalan. Seiring berjalannya waktu, tahun 2018 hingga kini jumlah pasien meningkat,” ujar Daud.
Dalam sehari bisa mencapai 40-70 orang pasien sehingga untuk menjamin keselamatan dan observasi lebih lanjut bagi pasien maka kita membuka ruang perawatan saraf yang diberi nama ruang Flamboyan.
Dokter specialis saraf RSUD Batara Guru Belopa, dr Evi Irawati U, SpS Mkes, mengatakan pasien yang mengalami gangguan sistem saraf sangat butuh observasi yang ketat untuk menjamin keselamatan pasien dan dapat lebih mengoptimalkan pelayanan.
“Terima kasih atas respon Direktur RSUD Batara Guru yang membuka ruang perawatan. Bagi pasien kritis sangat dibutuhkan observasi ketat dan penanganan lebih lanjut untuk menekan resiko yang dapat terjadi pada pasien,” tandas dr Evi.
Di ruang perawatan pasien menempati ruangan berdasarkan tingkat gangguan saraf yang diderita, mulai dari ringan, sedang, hingga penderita gangguan saraf berat. Beberapa jenis gangguan saraf yang biasa ditangani di Poli Saraf RSUD Batara Guru antara lain stroke, vertigo, nyeri kepala, neuropati (kram), nyeri punggung dan kelumpuhan.
Pasien dengan gangguan sistem saraf berat yang memerlukan pemantauan atau observasi lanjut antara lain stroke dan tekanan darah tinggi
“Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit saraf ini terjadi karena terganggunya pasokan darah ke otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Ketika sel-sel otak mulai rusak, penderita stroke dapat mengalami beberapa gejala, seperti mati rasa pada wajah, kesulitan dalam berbicara, berjalan, dan melihat, sakit kepala yang hebat, bahkan akan mengalami kelumpuhan sehingga sangat diperlukan observasi atau pemantauan dalam penanganannya,” jelasnya lagi. (*)
RSUD Batara Guru Resmikan Ruang Perawatan
×

