MAKASSAR, BKM– Pj Wali Kota Makassar mewanti-wanti OPD lingkup pemkot, khususnya yang berkaitan dengan bidang infrastruktur untuk mempersiapkan tender sedini mungkin.
Mestinya di Februari lelang sudah jalan. Namun kenyataan terjadi perlambatan yang sempat membuat bagian Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) harus turun tangan menjemput data.Perlambatan yang terjadi saat ini tak bisa ditolerir.
“Proses lelang kita dorong agar bisa dipercepat. Ini sudah kita tekankan sejak akhir tahun. Nanti kita cek dan genjot OPD untuk segera merampungkan berkas,” ujarnya, kemarin.
Rudy berharap isu negatif yang merebak beberapa pekan terakhir tak membuat stabilitas pemerintahan terhambat. Rudy menuntut profesionalisme ASN.
“Kita mau semua program-program harus jalan. Terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Apalagi kita masih di masa pandemi,” ungkapnya.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, Irwan Adnan juga mengingatkan agar percepatan proses tender bisa dimaksimalkan. Diakuinya perlambatan yang terjadi lantaran berkas yang disusun untuk diinput di sistem terlambat rampung.
“Apalagi ini sudah jadi penekanan instruksi pemerintah pusat. Semoga kita bisa tuntaskan segera,” katanya.
Sebelumnya, Kepala BLPBJ Makassar, Fuad Azis mengeluhkan perlambatan berkas dari OPD. Jangan masuk ke sistem untuk segera ditender.
Data yang mesti tertera di penginputan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) bahkan belum dilakukan sebagian besar OPD.
“Padahal kemarin sudah ada edaran Pak Wali untuk percepat tender. Mestinya teman-teman di OPD sudah bergerak sejak awal tahun kemarin,” katanya. (rhm)
Keterlambatan Lelang Proyek tak Bisa Ditolerir
×

