SEBELUM dirinya menjaga makam dia pernah menjadi ajudan pribadi almarhum Dr H Ichsan Yasin Limpo sebelum menjabat sebagai bupati Gowa dua periode. Itupun waktu Ichsan masih menjadi pengusaha.
Laporan: MUH FACHRIZAL
“Pernah ka juga menjadi ajudannya bapak Ichsan Yasin Limpo. Saya banyak bersama beliau saat masih menjadi pengusaha dan belum menjabat sebagai bupati Gowa dua periode. Banyak kesan dan kenangan bersama beliau,”ujar Mujibur.
Terkait menjaga makam Syech Yusuf, Mujibur mengaku
memiliki dua anggota untuk membantu merawat dan membersihkan makam.
Bahkan awal pandemi, jelas Mujibur kepada penulis, dirinya juga mengikuti arahan dari pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan. Waktu buka dan tutupnya peziarah dibatasi, mulai jam 08.00 pagi dan tutup di waktu salat.
Terkait suka dukanya menjaga makam, menurut Mujibur lebih banyak sukanya.” Sukanya itu allhamdulillah banyak ilmu keagamaan yang saya dapati, dukanya itu kadang ada pengunjung makam yang ribut waktu ziarah ke makam,”jelasnya.
Harapannya, semoga makam Syech Yusuf sampai ke akhir zaman terawat terus dengan baik.”Semoga anak-anak saya menggantikan saya kalau saya sudah tua,”katanya.
Pria yang memiliki dua istri dan delapan anak ini sudah 20 tahun menjaga Makam Syekh Yusuf sampai sekarang. Mujibur telah turun temurun pengurus makam.Apalagi, dirinya asli orang Gowa.
“Banyak masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjaga makam akhirnya dilakoni. Selain bertugas menjaga dan membersihkan kompleks makam, tentu saja Ia terus melayani pengunjung yang datang sewaktu-waktu.“Banyak pengunjung yang datang bergantian sampai menjelang malam,” tutur Mujibur.
Semenjak mengurus makam Syekh Yusuf, Mujibur mengaku mendapatkan gaji atau honor Rp1 juta perbulan dari cakar budaya.”Saya bersyukur mendapatkan honor dari pemerintah. Ini sudah jalan saya yang diberikan oleh Allah SWT,”jelasnya.(*)

