MAKASSAR, BKM– Selama tiga hari kedepan sebanyak 3.600 tenaga dosen dan tenaga kependidikan (Tendik) niversitas Hasanuddin divaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi massal berlangsung di Gelanggang Olah Raga JK Arenatorium, dengan penerapan protokol covid-19 secara ketat.
Menurut Sekretaris Universitas, Prof Nasaruddin Salam, telah diatur jadwal untuk vaksinasi dosen dan tenaga pendidik, dimana kuota 1.000 dosen dan tenaga kependidikan tahap pertama hampir seluruhnya terpenuhi.
“Hari pertama ini kita menargetkan ada 1.000 orang dari dosen dan tendik unhas yang divaksin, namun sebelum di vaksin dosen dan tendik melakukan pemeriksaan kondisi tubuh seperti pengecekan tekanan darah dan pengukuran suhu tubuh setelah itu barulah dilakukan penyuntikan vaksin Covid-19,” ungkapnya, Kamis (4/3).
Selain itu, ia menjelaskan ada 3.600 yang bakal di vaksin mulai dari sivitas akademika Unhas, mulai guru besar, pejabat pada berbagai unit, hingga tenaga kependidikan sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Penyelenggaraan vaksinasi untuk dosen dan tendik Unhas merupakan bagian dari komitmen Unhas dalam mensukseskan upaya pemerintah dalam menekan laju penyebaran Covid-19.
“Hampir tidak ada kendala berarti. Kita koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Kota Makassar, dan kita adakan rapat koordinasi internal Unhas. Kita rencanakan sebanyak 3.600 dosen dan tenaga kependidikan. Alhamdulillah, kita sudah mendapat lagi tambahan vaksin, sehingga akan dilanjutkan Jum’at dan Sabtu untuk 2.600 dosen dan staf,” bebernya.
Prof Nasaruddin juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh dossn dan tendik Unhas yang mengikuti kegiatan. Ia berharap Unhas dapat menjadi contoh dalam pemberian vaksinasi massal untuk masyarakat.
Ketua Senat Akademik Unhas, Prof Dadang Achmad Suriamihardja menggungkapkan vaksinasi hari pertama telah berlangsung dengan prosedur yang rapi pada setiap bagian, mulai registrasi hingga observasi setelah disuntik vaksin. “Sebelum disuntik vaksin skita tidak langsung disuntik, tapi diperiksa dulu dan setelah disuntik harus observasi untuk mengetahui reaksi obat ke tubuh,” ujarnya.
“Jadi memang prosedurnya jelas dan kita tidak perlu khawatir. Jadi, silahkan di vaksin untuk menjaga diri dan orang lain,”tambhanya. (ita)
Tiga Hari, 3.600 Dosen dan Tendik Divaksin
×

