pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Petani Kembangkan Pupuk Kompos

BANTAENG, BKM — Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng terus mengembangkan pembuatan pupuk kompos di sejumlah kelompok tani di Bantaeng.
Perkembangan terkini, sebanyak 15 kelompok tani di Tompobulu sudah mulai mengembangkan pupuk kompos alami untuk lahan pertanian dan perkebunan.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng, Budi Taufik mengatakan, para petani ini mendapatkan bantuan dari pemerintah. Diantaranya adalah rumah pengolahan, bak fermentasi, mesih pencacah dan ternak sapi. Ada juga sepeda motor roda tiga untuk mengangkut kebutuhan pupuk.
“Kita juga berikan bantuan ternaknya. Karena salah satu bahan baku pembuatan pupuk kompos organik ini adalah kotoran ternak,” ujar Budi, Rabu (7/4).
Dikemukakan Kadis, jumlah kelompok tani yang terlibat dalam produksi pupuk kompos organik ini sudah mencapai 15 kelompok. Mereka bahkan sudah bisa menghasilkan pupuk kompos dalam jumlah yang besar dalam kemasan karung 25 kilogram. “Pemasaran produk mereka cukup luas. Diantaranya, Takalar, Selayar, Soppeng sampai Bone”, paparnya.
Idris mengatakan, pupuk kompos ini ramah lingkungan dan baik untuk produksi pertanian. Dia menyebut, kualitasnya tidak kalah dengan pupuk subsidi yang kian berkurang dan mahal di pasaran.
Soal harga, kata dia, pupuk kompos organik lebih murah dibanding dengan pupuk subsidi. Saat ini, petani yang berada di naungan kelompoknya secara perlahan mulai meninggalkan pupuk subsidi yang mengandung bahan kimia.
Pembuatan pupuk kompos alami ini, lanjut Idris, membutuhkan waktu sekitar 21 hari untuk proses fermentasi. Bahan-bahan yang digunakan adalah bahan alami yang mudah didapatkan. Di antaranya adalah kotoran sapi yang cukup banyak di peternak yang ada di Bantaeng ini.
Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin berharap para kelompok tani yang mendapatkan fasilitas pemerintah itu terus memproduksi pupuk kompos. Dia menyebut, bantuan dari pemerintah hendaknya bisa memberikan manfaat untuk petani di Bantaeng.
Dia juga mengajak kepada petani yang ada di Bantaeng untuk mulai beralih ke pupuk organik. Secara kualitas, pupuk organik sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Sementara pupuk kimia yang subsidi semakin langka dan juga merusak unsur hara tanah. (wam/C)



×


Petani Kembangkan Pupuk Kompos

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar