MAKASSAR, BKM — Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2021, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar pelayanan IVA Test Gratis terintegrasi Pelayanan KB serentak se-Indonesia, Rabu (20/4). Kegiatan bekerja sama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kegiatan ini dilaunching secara virtual oleh Kepala BKKBN Dr (HC) Hasto Wardoyo, SpOG(K), bersama Kepala BAZNas Prof Dr KH Noor Achmad,MA dan Pengurus Pusat IBI di tiga provinsi sebagai lokasi khusus pelaksanaan kegiatan Pelayanan yaitu Sulawesi Selatan, DKI Jakarta dan Kepulauan Bangka Belitung.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam arahannya, menyebutkan saat ini masih banyak pasangan usia subur yang ingin ber-KB namun belum terlayani yang disebut unmet need, jumlahnya mencapai 13 persen. Pada umumnya mereka masuk kategori keluarga prasejahtera atau keluarga dengan tingkat ekonomi menegah ke bawah. Karena itu, sangat tepat dan sesuai dengan sasaran BAZNas.
Hasto menambahkan, BKKBN saat ini diberikan amanat oleh presiden sebagai koordinator percepatan penurunan angka stunting untuk mewujudkan Indonesia maju. Ia berharap kerja sama ini dapat dikembangkan tidak hanya dalam layanan IVA test dan kontrasepsi saja, tetapi juga meliputi pelayanan pencegahan stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Hj Andi Ritamariani dalam dialog interaktif secara virtual, mengatakan pelayanan IVA test di Sulawesi Selatan dipusatkan di Rumah Sehat BAZNas Makassar. Sedangkan pelayanan KB dilaksanakan di Puskesmas, rumah sakit dan bidan praktik mandiri se-Sulawesi Selatan.
“Khusus hari ini, ditargetkan pelayanan IVA test sebanyak 100 orang, dan Alhamdulillah telah mendaftar 100 orang. Kegiatan IVA test ini juga terintegrasi dengan pelayanan KB, dan itu dilakukan di 47 Puskesmas yang ada di Kota Makassar dengan target 150 akseptor. Secara keseluruhan ditargetkan 350 orang dan dijadwalkan hingga 29 Juni 2021 mendatang,” ungkap Andi Rita.
Bersama OPD KB, lanjut Andi Rita, akan dilakukan pelayanan KB serentak dengan melibatkan mitra dari kesehatan dalam memberikan pelayanan KB, utamanya metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), yakni IUD dan implan. Namun tidak menutup kemungkinan diberikan layanan non MKJP seperti pil, suntik, kondom dengan sasaran PUS baik peserta KB baru, ulangan ataupun ganti cara .
“Target tiap faskes melayani minimal lima akseptor MKJP dan non MKJP, serta pelayanan KB pascapersalinan minimal 50 persen dari jumlah persalinan yang ada. Pelayanan gratis ini menggunakan dukungan pembiayaan BPJS ataupun DAK BOKB dan APBD’,” ungkap Andi Rita.
Andi Rita menyebut, kegiatan ini terlaksana berkat dukungan dan komitmen mitra terkait, baik dari OPD KB, Dinas Kesehatan, organisasi profesi POGI, IBI, IDI serta penyuluh KB yang tergabung dalam IPeKB Kota Makassar yang bertugas menggerakkan masyarakat turut serta dalam program KB, khususnya layanan IVA test.
Andi Rita berharap lewat kegiatan ini dapat mendorong perempuan-perempuan Indonesia untuk menjaga kesehatan reproduksinya dengan melakukan pemeriksaan IVA untuk mendeteksi dini kanker mulut rahim. Sebab dengan wanita yang sehat, Indonesia akan kuat.
Kepala Rumah Sehat BAZNas Makassar drg Taufan Lauddin mengatakan, pelaksanaan IVA test merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin. Jenis kanker ini menjadi ancaman kematian nomor dua bagi perempuan Indonesia.
“Kasus kanker serviks pada wanita, dari tahun 2013 hingga 2018 terus meningkat dari 0,74 menjadi 2,85. Angka ini cukup tinggi. Untuk mencegahnya dapat dilakukan test IVA untuk deteksi dini. Bagi peserta yang ingin memeriksakan diri dapat langsung mendaftar ke Rumah Sehat BAZNa Makassar secara gratis,” terang Taufan. (rls)

