MAKASSAR, BKM — Satpol PP bekerjasama dengan Dinas Sosial Makassar dan Kecamatan Ujung Pandang melakukan penertiban anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) dalam sepekan terakhir.
Sejak melakukan penertiban pada 21 hingga 28 September, tercatat 86 anjal dan gepeng terjaring operasi.
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar, Iqbal Asnan menjelaskan Pemkot Makassar saat ini memang cukup massif melakukan penertiban anjal dan gepeng.
“Selama delapan hari melakukan penertiban, terjaring 86 anjal dan gepeng dari sejumlah jalan protokol yang ada di Makassar, khususnya di Kecamatan Ujung Pandang,” kata Iqbal.
Khusus pada hari Selasa (28/9), saat tim terpadu turun melakukan pemantauan, sudah tidak ada anjal dan gepeng yang ditemukan.
Diapun berharap semoga target zero anjal dan gepeng di Kecamatan Ujung Pandang bisa tercapai sehingga tim bisa bergeser ke kecamatan lain untuk melakukan hal yang sama.
“Semoga target zero anjal gepeng bisa tercapai, kalau tercapai maka saya akan menghadap ibu kadis (Kadis Sosial) untuk melaksanakan ekspansi ke kecamatan lain,” kata Iqbal.
Plt Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Rusmayani Masjid menyebut jumlah gepeng dan anjal meningkat selama pandemi covid-19.
“Kalau kita lihat datanya selama pandemi ini memang semakin meningkat. 1 penyebabnya karena pandemi jadi banyak orang yang kehilangan pekerjaan kemudian memang gepeng dan anjal itu problem kekotaan,” kata Maya, sapaannya.
Anjal dan gepeng di Makassar, kata Maya, terkait erat dengan kemiskinan. Ia mengatakan dengan adanya pandemi banyak yang kehilangan pekerjaan.
“Orang tuanya mungkin kehilangan pekerjaan yang tadinya buruh bangunan atau apa sehingga banyak anaknya dipaksa untuk turun ke jalan,” kata Maya. (rhm)

