AKTIFITAS dan geliat kantin Pemprov Sulsel mulai terasa sejak pukul 08.00 wita. Para pegawai yang tidak sempat sarapan di rumah menjadikan kantin sebagai sasaran utama untuk mengisi perut sebelum melaksanakan tugas-tugas rutin sebagai abdi negara.
Laporan: RAHMA AMRI
Geliat dan perputaran ekonomi di kantin tersebut cukup lumayan. Selain pengelola yang membuka gerai makanan, puluhan warga yang bertempat tinggal sekitar pemprov diberdayakan sebagai pelayan. Satu gerai, memberdayakan dua hingga tiga pelayan. Para pelayan yang rata-rata berusia produktif itu, selain membantu pengelola kantin menyiapkan menu pesanan konsumen, juga bertugas mengantar pesanan para pegawai yang tidak punya waktu untuk ke kantin.
Yah, kantin pemprov juga menyiapkan layanan delivery order. Para pelanggan cukup menelpon saja, pesan makanan sesuai selera dan menginformasikan lokasi antaran. Para pelayan dengan sigap akan mengantar orderan langsung ke meja pemesannya.
Salah seorang pengelola, Yulia Abuzar menjelaskan, dalam sehari, dia mampu meraih omzet hingga Rp1juta lebih dari aneka minuman panas, dingin dan snack yang ditawarkan.
Untuk membantu melayani pembeli, wanita berparas manis yang akrab disapa Yuli itu mempekerjakan dua karyawan yang diberi honor harian. Dalam sehari, karyawannya mendapat honor Rp40 ribu hingga Rp50 ribu.
Menurut Yuli, usahanya di kantin sudah turun temurun. Awalnya, orang tua Yuli yang berjualan di sana.
“Waktu itu saya masih duduk di bangku SMP. Sekitar tahun 2005. Orang tua sudah tidak aktif, sayalah yang meneruskannya,” kata Yuli kepada BKM.
Dari hasil jualan di kantin, Yuli sudah bisa mencicil satu unit rumah.
Banyak suka duka yang dialami selama berjualan di kantin. Sukanya, jika ramai, dia bersama karyawannya bisa pulang lebih awal. Sementara dukanya, jika mendapat komplain dari pelanggan. Atau pesanan tidak sesuai.
“Tapi itu tidak masalah. Sudah menjadi bagian dari resiko usaha,” katanya sambil tersenyum.
Laiknya PNS, kantin pemprov beroperasi sesuai dengan jadwal. Selain Sabtu dan Minggu, jika ada libur nasional, kantin juga tutup.
Seiring waktu, biaya sewa kantin selalu mengalami kenaikan. Hingga sekarang, ongkos sewa per gerai mencapai Rp1 juta.
Seperti halnya kantin Ruli yang terletak paling ujung berdekatan dengan Biro Aset dan Perlengkapan.
Menurut pengelolanya, Mbak Ruli, usaha jualan makanan jadi di Pemprov Sulsel dimulai sejak 15 tahun lalu.
Sebelum menempati bangunan sekarang, Mbak Ruli bersama pengelola kantin lainnya menempati lantai 2 gedung yang saat ini digunakan sebagai Kantor Satpol PP. Karena berasal dari Jawa, aneka masakan khas pulau itu ditawarkan. Diantaranya nasi pecel, nasi gudeg, hingga soto ayam.
Untuk satu porsi makanan, harg yang ditawarkan tidak terlalu mahal.
Ada aturan ditetapkan bersama dengan pengelola kantin yang lain agar tidak terjadi persaingan. Setiap pengelola tidak boleh menawarkan menu makanan yang sama dengan pengelola kantin lainnya. Termasuk harganya berkisar Rp15.000 hinga Rp17.000.
Kantin Ruli mulai buka dan melayani pembeli mulai pukul 09.00 hingga 17.00 wita sore.(rhm/war)

