MAKASSAR, BKM — Hujan deras yang mengguyur Kota Palopo, Jumat (29/10) mengakibatkan banjir melanda beberapa kelurahan pada Sabtu malam (30/10).
“Warga sudah ada yang mengungsi. Selain ke rumah keluarga, ada juga ke ketempat ibadah,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Dr Abdul Muhari, melalui keterangan resmi, Minggu (31/10)
.
Dia menerangkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo melaporkan kejadian tersebut menerjang empat kelurahan di Kecamatan Telluwanua. Masing-masing Kelurahan Pentojangan, Jaya, Sumarambu dan Salubattang.
“Petugas di lapangan masih melakukan pendataan terhadap warga,” katanya.
Selain mendata warga yang terdampak, petugas juga masih melakukan pedataan terhadap kerugian material akibat banjir bandang tersebut. Dr Abdul Muhari menjelaskan BPBD Kota Palopo bersama aparat kelurahan dan mitra terkait lainnya melakukan proses evakuasi warga, khususnya kelompok rentan.
“Dalam melakukan pendataan maupun pelayanan warga yang terdampak, BPBD dibantu para relawan Rumah Zakat,” ungkapnya.
Dia mengungkap, prakiraan cuaca di tingkat kecamatan, wilayah Telluwanua masih terpantau berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga saat ini. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan di wilayah hulu.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Kepala BPBD Sulsel Muhammad Firda mengatakan bencana banjir Kota Palopo yang terjadi Jumat (29/10) pada pukul 22.00 Wita Kelurahan Mancani, Kecamatan Telluwanua dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi. Sebanyak 55 rumah warga di RT 1/RW 2 dan RT 1/RW 3 Kelurahan Mancani rumah terendam banjir dengan ketinggian 30 sentimeter hingga 1 meter, hingga melebar ke Kabupaten Luwu, Sabtu (30/10) pukul 19.00 Wita.
“Dari laporan yang diterima, pohon juga tumbang di Desa Kasiwiang, Kecamatan Suli, Desa Seppong, Kecamatan Belopa Utara, dan Desa, Puty Kecamatan Bua.
Untuk lokasi banjir Desa Ilan Batu, Kecamatan Walenrang Barat,” ujarnya.
Sedangkan puting beliung melanda Kecamatan Bua, yakni dio Desa Lengkong, Tiromanda, Padang Kalu dan Desa Raja. Kejadian ini disebabjkan insensitas hujan tinggi disertai angin kencang dan petir yang mengakibatkan meluapnya air, sehingga menyebabkan jembatan di Dusun Simbuang hanyut.
Puting beliung yang terjadi di Kecamatan Bua mengakibatkan beberapa rumah rusak, serta pohon tumbang di jalan poros trans Sulawesi. Akibatnya, ruas jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan dalam beberapa jam.
Setelah mendapatkan informasi, BPBD Kabupaten Luwu beserta pemerintah dan masyarakat setempat melakukan pembersihan jalan sehingga sudah bisa dilalui. ”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Taksiran kerugian dan dampak masih sementara asessmen,” ujar Muhammad Firda, Minggu (31/10).
Untuk bantuan logistik, lanjut Muhammad Firda, sudah di lokasi penampungan
. “Alhamdulillah bantuan logistik sudah ada. Kendala saat ini penerangan yang tidak ada. Jaringan seluler juga tidak ada,” terangnya. (jun)

