DUNIA perfilman masih butuh waktu untuk bangkit. Terutama bila pandemi telah usai. Walau begitu, Pengurus Wilayah Persatuan Artis Sinetron dan Film Indonesia (PW PASFI) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) tidak berdiam diri. Mereka telah mengagendakan sejumlah kegiatan dan program.
KETUA PW PASFI Sulselbar, Andi Rahmat menjelaskan agenda tersebut dalam podcast di studio Berita Kota Makassar, Senin (8/11). Menurutnya, PASFI yang bergerak di bidang perfilman menjadikan wadah kreasi untuk berinovasi dan berprestasi dalam rangka memajukan perfilman di tanah air.
”Program utama PASFI adalah penggarapan film. Untuk saat ini kita masih menunggu kebijakan dari PB (Pengurus Besar PASFI). Karena kemarin kita dengar di lingkup internal, ada beberapa program kerja sama yang akan dijemput di Kementerian Pariwisata. Menurut PB, ada beberapa judul film yang akan diproduksi dan didistribusi ke wilayah. Sudah ada gambaran dan rencana seperti itu,” terang Andi Rahmat.
Ketika distribusi produksi film tersebut dilakukan, lanjut Andi Rahmat, maka yang menjadi bagian menerimanya adalah kabupaten/kota. PW PASFI menjadi kontrol untuk pendistribusiannya ke daerah-daerah.
”Terlepas dari itu, PASFI tetap akan menggarap kegiatan lain yang kreatif. Seperti menggarap film di luar yang dikerjasamakan dengan Kementerian Pariwisata,” ujarnya.
Menurut Andi Rahmat, ada banyak potensi budaya dan kearifan lokal masyarakat Sulsel dan Sulbar yang layak diangkat ke layar lebar, sehingga bisa diketahui secara nasional. ”Sebelum jadi ketua PASFI Sulselbar, saya memang punya cita-cita mengangkat kearifan lokal dan budaya ke dalam sebuah film. Apa bedanya kita dengan mereka di pulau Jawa, yang bisa membuat film kolosal. Kita punya potensi daerah. Memiliki akar sejarah yang begitu kuat. Heroismenya ada,” tandasnya.
Diakui Andi Rahmat, PASFI hadir untuk memberikan dukungan kepada pemerintah. Karena itu, kolaborasi dan kemitraan akan dijalin dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata. Terutama dalam upaya promosi pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ditanya tentang rekruitmen kepengurusan, Andi Rahmat yang diamanahi menjadi ketua PASFI periode 2020-2025 menyebut, mereka haruslah orang perfilman. Pernah main film dan berada di belakang layar.
Ke depan, PASFI Sulselbar telah mempersiapkan kepengurusan di daerah. Salah satunya yang telah terbentuk dan terbit SKnya adalah Maros. Disusul kemudian Gowa, dan beberapa lainnya yang sementara proses. Rahmat menargetkan akan membentuk enam hingga tujuh pengurus daerah dalam tahun 2021 ini.
Ditanya tentang kebijakan pemerintah terhadap dunia perfilman selama ini, Rahmat menyebut amat memprihatinkan. Mereka yang membuat film atas kreasi dan biaya sendiri. Atau mencari donatur yang bisa membantu.
”Padahal sebenarnya ketika sebuah film yang diproduksi mengangkat budaya dan kearifan tradisi, justru saat itulah daerah dipromosikan. Sehingga, sudah seharusnya pemerintah menunjukkan kepedulian dan perhatiannya,” tandasnya. (*/rus)

