MAKASSAR, BKM — Puncak musim hujan di Kota Makassar diprediksi akan berlangsung Desember hingga Januari mendatang. Pemkot Makassar sudah melakukan langkah antisipasi dalam menangani banjir jika curah hujan cukup deras. Hanya saja, apa yang dilakukan terbilang lambat.
Khususnya pada pembangunan dan perbaikan/rehabilitasi drainase yang terkesan mandek alias jalan di tempat. Padahal fungsi saluran drainase sudah harus dimaksimalkan dalam kondisi saat ini. Bagaimana tidak, proses lelang untuk itu masih berjalan lamban.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar sebetulnya telah memprogramkan 12 titik pembangunan drainase dan 25 titik perbaikan atau rehabilitasi drainase.
Total anggarannya Rp41 miliar, terdiri dari Rp8 miliar drainase baru dan Rp33 miliar rehabilitasi drainase.
Angggaran ini berpotensi menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa). Dilansir dari LPSE Makassar, dari 12 rencana pembangunan drainase tiga diantaranya berstatus masa sanggah, enam paket sedang dalam progres evaluasi adminstrasi, kualifikasi teknis dan harga.
Satu diantaranya sedang dalam penandatangan kontrak dan dua paket telah selesai tender, yakni pembangunan di Jalan Pattimura dan Karunrung.
Sementara rehabilitasi drainase 16 paket sedang dalam progres evaluasi adminstrasi, kualifikasi teknis dan harga.
Kemudian lima paket masa sanggah dan tiga paket telah selesai tender yakni di Kawasan Kelurahan Untia Biringkanaya, Kawasan Kelurahan Borong, Manggala, dan Kawasan Kelurahan Antang Manggala.
Plt Kepala Seksi Pembangunan Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PU Kota Makassar, Jumain, mengaku pesimis menuntaskan program-program tersebut.
Ia mengklaim program ini terhambat di proses lelang. Jumain mengaku telah mengajukan berkas lelang ke Unit Layanan Pengadaan (ULP), hanya saja belum penentuan pemenang tender.
“Semuanya sudah masuk di LPSE tapi belum ada hasilnya, baru beberapa yang sudah selesai dan ditinjau pembangunannya,” ucap Jumain.
Kata dia belum ada satupun program drainase yang berjalan. Jika tender selesai, ia akan meminta komitmen pemenang proyek untuk menuntaskan drainase tersebut hingga akhir tahun.
“Kita akan terus upayakan bagaimana ini bisa selesai, karena sisa waktu juga tinggal sedikit. Sementara pengerjaan membutuhkan waktu satu bulan lebih,” pungkasnya. (rhm)

